JANGAN PILIH POLITISI BUSUK ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

JANGAN PILIH POLITISI BUSUK

-

Baca Juga




Ketua KPK Agus Rahardjo


JAKARTA – Pemilihan
Umum Kepala Daerah ( Pemilukada) serentak akan diselenggarakan pada tahun 2018
ini. Pemilihan langsung kepala daerah Gubernur / Bupati / Walikota, rawan money
politik. Sehingga kualitas kepala daerah, seringkali tersangkut kasus pidana.





Lembaga anti rasuah Komisi pemberantas Korupsi ( KPK ), berharap
masyarakat pemilih tidak memilih politisi busuk yang mempunyai latar belakang
pernah berurusan dengan kasus pidana.





Seperti yang diungkapkan Ketua KPK Agus Rahardjo, agar masyarakat
mengecek latar belakang dan rekam jejak calon-calon kepala daerah. Ketua KPK
tersebut menyampaikan  lantaran KPK, menemui
kasus kepala daerah yang rekam jejaknya pernah divonis kasus korupsi.





"Tolong nanti pilkada selalu dilihat track record-nya orang
supaya kita bisa mempercayakan amanah membangun daerah kita
masing-masing," kata Agus di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta
Selatan, Jumat (5/1/2018).





Ucapan Agus itu merujuk pada kasus operasi tangkap tangan (OTT)
yang baru saja diungkap KPK, yaitu penangkapan Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan
Selatan (HST Kalsel), Abdul Latif. Dia disebut Agus pernah divonis bersalah
dalam kasus korupsi, tapi terpilih menjadi anggota DPRD Kalsel dan terpilih
lagi menjadi bupati.





"Mari kita pilih person yang baik, person yang tidak punya
cacat seperti dalam kasus ini."





Terkait hal itu, Agus juga mencontohkan kepala daerah lain yang
sudah lebih dulu menjadi 'pasien' KPK. Agus menyebut nama Sri Hartini dan
Ridwan Mukti. Ketika ditangkap KPK, Sri menjabat Bupati Klaten, sedangkan
Ridwan adalah Gubernur Bengkulu.





Baik Sri maupun Ridwan, disebut Agus, telah menandatangani pakta
integritas untuk antikorupsi. Namun, menurut Agus, hal itu bukanlah jaminan
seorang kepala daerah terbebas dari korupsi bila tak memiliki komitmen tegas
melawan korupsi.







"OTT kali ini kami harapkan sebagai peringatan. Karena kita
sudah menyaksikan meski didampingi, tanda tangan pakta integritas meskipun
sudah berkomitmen dalam suatu upacara kejadian ini masih berlangsung,"
tegas Agus.( Red / Mj-1)

Mungkin Juga Menarik × +
VIDEOS
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode