BAHAN DAUR ULANG DISULAP MENJADI UANG ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

BAHAN DAUR ULANG DISULAP MENJADI UANG

-

Baca Juga




Peserta Kreatifitas Daur Ulang




Bahan daur
ulang saat ini lagi trend digunakan sebagai produk kreatifitas rumah tangga. Berawal,
dari sampah rumah tangga yang dianggap tidak berguna. Namun setelah diolah,
hasilnya luar biasa.




Para emak –
emak di Kota Mojokerto Jawa Timur mampu mengubah sampah rumah tangga menjadi
uang. Dan, sampah rumah tangga di Kota Mojokerto Jawa Timur menjadi penting.


Di Kota
Mojokerto Jawa Timur saat ini diwajibkan membayar pajak PBB dengan sampah rumah
tangga. Sesuatu yang awalnya dianggap tidak penting di Kota Mojokerto menjadi
penting dan hukumnya pun wajib.


Di saat Walikota
Mas’ud Yunus, warga Kota Mojokerto dianjurkan untuk berbuat kreatif dan
inovatif. Seperti adanya bank sampah, yang menjadikan sampah rumah tangga
menjadi bermanfaat.


Dalam rangkaian
menyambut hari jadi Propensi Jawa Timur ke 73, Pemkot Mojokerto menggelar lomba
kreatifitas daur ulang dari sampah rumah tangga. Kegiatan ini unik dan menarik,
dari sekian peserta kreatifitas daur ulang. Mayoritas emak-emak yang biasanya
sebagai penjaga gawang, ujung tombak dan ujung tombok rumah tangga.




Sekretaris Daerah Pemkot Mojokerto, Harlistyati
 ( Jersey Merah)


Menjadi menarik,
karena hasil dari kreatifitas yang disajikan para peserta lomba kreatifitas
daur ulang tersebut. Bahan yang digunakan sampah rumah tangga seperti kertas
koran, kantong plastik, pelepah pohon, kain bekas, dan bentuk sampah rumah
tangga lainya.




Lomba yang
digelar oleh Diskresnada Pemkot Mojokerto di pendopo graha praja wijaya
setempat, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Harlistyati serta Ketua Diskresnada
setempat.


Dalam lomba kreatifitas
daur ulang tersebut, keluar sebagai pemenang emak-emak dari Kelurahan Miji
juara I. Juara II, Kelurahaan Magersari. Juara III Kelurahan Jagalan, Juara IV
kelurahan Balongsari, juara V Kelurahan Kedundung dan juara  VI Kelurahan Surodinawan.


Dari keterangan
para peserta, untuk menyelesaikan satu produk daur ulang membutuhkan waktu 2
jam. Namun, kalau produk yang dikerjakan tersebut tingkat kesulitannya tinggi,
membutuhkan waktu  hari. Seperti produk sepatu,
topeng, cakang telur untuk kaligrafi dan lain-lainnya. (wib)










Mungkin Juga Menarik × +
VIDEOS
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode