MUSIM PENGHUJAN TIBA WASPADA DBD ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

MUSIM PENGHUJAN TIBA WASPADA DBD

-

Baca Juga

Demam berdarah dengue atau yang dikenal sebagai DBD adalah penyakit  menular akibat infeksi virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus. Penyakit DBD tidak bisa dianggap remeh karena apabila gejala memburuk, dapat mengakibatkan komplikasi berat hingga kematian. 

Lingkungan di negara beriklim tropis sangat mendukung untuk perkembangan nyamuk terutama saat memasuki musim hujan. Berdasarkan data sementara hingga  29 Januari 2019 dari Kementrian Kesehatan, Jawa Timur menduduki posisi pertama dalam kasus demam berdarah yaitu sebanyak 2.567 kasus. 

Tanda dan Gejala DBD

Gejala akan muncul setelah empat sampai tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Namun, pada kasus demam berdarah ringan, seringkali tidak menimbulkan gejala. Tanda dan gejala DBD antara lain :.

-Demam mendadak tinggi selama 2-7 hari tanpa sebab yang jelas

-Nyeri kepala

-Mual muntah terus menerus

-Tanda perdarahan : mimisan, gusi berdarah, ruam merah

-Nyeri pada belakang mata

-Nyeri pada otot dan tulang

Cara Pencegahan DBD

Nyamuk penyebab DBD hidup dan berkembang biak  di sekitar tempat tinggal manusia terutama di perkotaan dan pinggiran kota. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin DBD. Pencegahan DBD antara lain:

-Menguras 

Menguras tempat berkembang biak nyamuk seperti bak mandi, pot bunga, tempat penampungan air

-Menutup tempat penampungan air

-Mengubur barang – barang bekas agat tidak menjadi sarang nyamuk

-Menabur bubuk larvasida untuk membunuh larva serangga

-Memakai baju lengan panjang, celana panjang, kaos kaki

-Hindari waktu keluar pada subuh, sore hari dan senja

-Menggunakan obat nyamuk oles atau semprot

-Memasang kelambu saat tidur 

Penanganan DBD

DBD merupakan penyakit yang akan sembuh sendiri (self limiting disease) dalam kurang lebih satu minggu, sehingga prinsip pengobatan DBD adalah untuk mengurangi keluhan yaitu seperti :

-Memberikan banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang karena demam, muntah, diare serta kebocoran plasma

-Segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan sesuai gejala

-Apabila terjadi perburukan gejala, membutuhkan terapi intensif di rumah sakit.


Tulisan oleh : dr Deisha Laksmitha Ayomi, Universitas Airlangga Surabaya


Mungkin Juga Menarik × +
VIDEOS
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode