PASIEN POSITIF COVID19 DI KABUPATEN MOJOKERTO TERKATUNG KATUNG ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

PASIEN POSITIF COVID19 DI KABUPATEN MOJOKERTO TERKATUNG KATUNG

-

Baca Juga

Humas Gugus Covid 19 Kabupaten Mojokerto, Ardi S.

Pasien positif Covid19, berinisial E salah seorang dokter di Mojokerto Jawa Timur, hingga saat ini belum ada penanganan evakuasi medis baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur maupun dari RSUD Prof. Soekandar Mojosari Mojokerto Jawa Timur. Sehingga pasien masih menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Si pasien ini termasuk orang tanpa gejala (OTG). Seperti dikatakan oleh humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Septianto. Bahwa pasien positif Covid-19 kategori OTG di Kabupaten Mojokerto bertambah satu orang. “Pasien mengikuti pelatihan haji, tanggal 18 Maret pulang dan mengalami gejala demam, batuk, pilek dan panas,” ungkapnya, Minggu (26/4/2020).

Masih kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini, pasien periksa ke UGD RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada tanggal 28 Maret 2020 dan langsung dirawat. Pasien menjalani rapid test dan hasilnya reaktif, kemudian tanggal 29 Maret 2020 menjalani swab dan hasilnya keluar tanggal 2 April 2020, namun negatif.

“Pasien tidak ada keluhan namun masih dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar sampai tanggal 9 April dan pulang lanjut isolasi mandiri. Tanggal 16 April kemarin, pasien swab ulang dan hasilnya keluar hari ini, positif. Namun pasien tidak ada gejala selama di rumah. Pasien merupakan dokter di salah satu puskesmas di Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Meski pasien merupakan dari klaster pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) di Sukolilo, Surabaya pada bulan Maret lalu, namun penularannya bukan berarti dari pelatihan haji karena sudah lebih dari dua kali masa inkubasi. Satu kali masa inkubasi yakni 14 hari. Selain itu, pasien sudah melakukan isolasi mandiri dan tidak ada gejala.

“Kemungkinan bukan dari pelatihan haji sehingga akan kami lakukan tracking (pelacakan). Belum tentu dari petugas haji karena sudah masuk dua kali masuk masa inkubasi jadi sudah 28 hari dan itu pun sudah isolasi mandiri juga sehingga kami akan melakukan tracking lagi,” pungkasnya.

Lima pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sebelumnya yakni ibu rumah tangga, (36) asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo. Pasien menjalani isolasi di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Pasien positif kedua yakni tenaga medis di RSUD Prof Dr Soekandar, R (39) asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Pasien merupakan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kabupaten Mojokerto yang mengikuti pelatihan petugas haji yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu dan di isolasi di RSUD Prof Dr Soekandar. Pasangan suami-istri (pasutri) asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto JS (50) dan S (48).

Keduanya juga di isolasi di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Sementara pasien positif Covid-19 kelima yakni Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko yang menjalani karantina di rumah pribadinya. Ini lantaran mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini tak ada gejala. 

Perlu diketahui, kegiatan pelatihan haji tahun 2020 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dilaksanakan selama 9 hari, dari tanggal 09 s/d 19 Maret 2020.

Jumlah peserta pelatihan sebanyak 411 Orang berasal dari Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara Timur dengan rincian yakni, 166 orang ketua kloter dan pembimbing ibadah haji dari unsur Kemenag. 245 orang merupakan tenaga kesehatan dari unsur Kementerian Kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut diketahui adanya 2 (dua) orang narasumber yang terpapar Covid-19 setelah dilakukan Tracing oleh Team Gugus Tugas.

Pegawai Kemenag dan Dinkes Kabupaten Mojokerto Jawa Timur  yang mengikuti pelatihan haji sebanyak 17 orang yang saat ini melakukan isolasi pribadi dirumah masing-masing.

Pegawai Kemenag dan Dinkes Kabupaten Mojokerto yang melakukan Isolasi Mandiri, yang merupakan petugas haji 2020.

Berikut petugas haji 2020 dari Kemenag Kabupaten Mojokerto:

SUMARTONO Ketua Kloter,  AGUS TIONO Ketua Kloter, AMIR SHOLEHUDDIN Pembimbing, MUSTAQIM Ketua Kloter, JIWANDONO Pembimbing, AMIR MAKHMUD Ketua Kloter, CHAYUN Pembimbing dan M.FAIZIN Pembimbing.

Sementara petugas kesehatan haji 2020 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto 2020.

Dokter LANGIT KRESNA JANITRA Dokter Dinas Kesehatan Kab Mojokerto. RIKA SETYOWATI, S.Kep.Ns Paramedis 1 RSUD Prof.dr. Soekandar Kab Mojokerto. AHMAD FUADUDDIN, S.Kep.Ns Paramedis 2 Puskesmas Lespadangan Kab Mojokerto. dr. ERNA ROSIYAWATI MARUAPEY Dokter Puskesmas Ngoro Kab Mojokerto. SASTRO RUJIONO, S.Kep.Ns Paramedis 1 RSUD Prof. DR. Soekandar Kab Mojokerto. YUDONO RAHERDY, Amd.Kep Paramedis 2 Puskesmas Manduro Kab Mojokerto.

dr. PRAVIKO RAHMADHO Dokter RS Kusta Sumberglagah Mojokerto. RATNA DWI PRATIWI, S.Kep.Ns Paramedis 1 RSUD Prof dr. Soekandar Kab Mojokerto. Dan, INDRA PURNAMA AYU BRASMONO, Amd.Kep Paramedis 2 Puskesmas Kupang Kab Mojokerto. (Mj-1)




Mungkin Juga Menarik × +
VIDEOS
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode