“LAHIRNYA SANG CAHAYA KECIL DI BAURENO” ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

“LAHIRNYA SANG CAHAYA KECIL DI BAURENO”

-

Baca Juga



Debi Aimun Najib dan Lurah BARGOWO,Abdori 




Kebahagiaan Seorang Kakek Bernama Bargowo


Di Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, hari Senin 8 Desember 2025 bukan hari biasa. Alam seperti ikut tersenyum, udara terasa lebih jernih, dan suara kokok ayam pagi seolah berdentang lebih merdu. Ada satu kabar yang membuat seluruh sudut desa terasa lebih hangat: lahirnya seorang bayi perempuan bernama Amaturrahman Wahidah.


Bayi mungil itu menangis kecil, dibedong kain oranye lembut, seakan membawa pesan:
“Aku datang ke dunia, bawakan cinta untuk keluarga ini.”


Dan seseorang yang paling bahagia menerima kedatangannya adalah seorang lelaki eksentrik, penuh warna, tapi berhati halus: Abdori, sang Kepala Desa yang akrab disapa warganya Lurah Bargowo.


Kakek Koboi yang Melankolis

Abdori dikenal sederhana namun penuh keunikan. Gayanya kadang seperti koboi, rambut rocker topi lebar, sepatu KOBOI, dan mobil Jeep Wrangler yang selalu menemaninya berkeliling desa. Tapi siapa sangka, di balik tampilannya itu, ia menyimpan hati yang begitu melankolis. Ia penyayang, lembut, dan selalu menomorsatukan keluarga serta warganya.


Ketika foto cucu perempuan kedua itu lahir, tak perlu menunggu lama. Status WhatsApp-nya langsung berubah. Fotonya terpampang dengan caption doa yang mengalir dari hati:


“Ini cucu kedua saya, mas. Kebahagiaan terasa lengkap dengan kehadiran cucu keduanya ini. Ini semangat hidup untuk memimpin Desa.”


Kalimat pendek itu seperti pintu yang terbuka, memperlihatkan sosok Abdori yang jarang tersorot: seorang kakek yang hatinya penuh cinta.


Amaturrahman Wahidah: Cahaya Baru Keluarga

Bayi itu lahir dari pasangan suami-istri Debi Aimun Najib, Sekretaris Desa Baureno, dan istrinya Trisma.
Namanya indah, mengalir lembut: Amaturrahman Wahidah—gadis kecil yang kelak diharapkan menjadi pribadi berbakti, sehat, dan cerdas.


Dalam foto yang Lurah Bargowo unggah, sang bayi tampak meringis, bibir mungilnya terbuka seperti sedang memanggil dunia:

“Aku datang, sambut aku dengan cinta.”


Pelayan Warga yang Selalu Punya Nada

Ada satu hal lagi yang membuat sosok Abdori semakin unik: hobinya menyanyi dangdut.
Di ruangan kantor desanya, bukan hanya tumpukan arsip dan berkas pemerintahan yang terlihat. Di pojok ruangan berdiri sound HOREG, siap dinyalakan kapan saja.


Saat ada warga datang dengan wajah muram, Abdori sering bilang, “Tak kasih dangdut sek, ben adem pikiranmu.”


Begitu lah karakter khasnya: menghibur dengan caranya sendiri, tapi tetap total dalam pelayanan. Dengan kelahiran cucu keduanya ini, mungkin suaranya nanti akan lebih merdu, lebih semringah.


Kebahagiaan yang Menular

Kelahiran Amaturrahman Wahidah bukan hanya kabar bahagia bagi keluarganya. Ini seperti energi baru yang ikut mengalir ke seluruh desa.
Warganya tahu, ketika hati pemimpinnya sedang berbunga-bunga, pelayanan pasti makin total.


Dan hari ini, seorang kakek bernama Bargowo sedang sangat bahagia.
Cucunya lahir ke dunia.
Dunia kecil Baureno pun ikut bersinar.







Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode