SPPG MANDIRI BATANKRAJAN GEDEG MOJOKERTO Ketika Negara Lupa Belajar dari Keracunan Massal ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

SPPG MANDIRI BATANKRAJAN GEDEG MOJOKERTO Ketika Negara Lupa Belajar dari Keracunan Massal

-

Baca Juga




Hujan Januari 2026 belum sepenuhnya kering dari ingatan publik Mojokerto.
Di Kutorejo, ratusan anak didik tumbang.
Mual. Pusing. Lemah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi warning nasional.

Kasus keracunan massal MBG di Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur belum benar-benar selesai.
Belum tuntas diurai.
Belum sepenuhnya dijawab.

Namun roda terus berputar.
Dapur lain menyala.
Distribusi berjalan.
Dan negara, lagi-lagi melaju tanpa menoleh ke spion.




DEJA VU DI BATANKRAJAN

Kini, di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, berdiri sebuah kompleks berpagar besi.
Sebuah papan nama berteriak lirih,

“Di Sini Akan Dibangun SPPG Mandiri.”

Kalimat masa depan.
Padahal realitasnya masa kini.

Bangunan telah berdiri.
Operasional telah berjalan.
Produksi makanan berlangsung rutin.

Dan semuanya berada satu kompleks dengan Toko Bangunan Rumahku Jaya.
Satu pagar.
Satu akses.
Satu halaman.

Sekitar ±25 meter, kandang ayam berdiri hidup, aktif, dan biologis.

Jika Kutorejo adalah peringatan,
Batankrajan terasa seperti pengulangan.


RDP: RAPAT, DATA, DAN DIAM

Februari 2026.
Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Meja rapat mempertemukan, Badan Gizi Nasional. Satgas MBG setempat. DPRD sebagai pengawas

Topiknya jelas, evaluasi MBG pasca-keracunan Kutorejo.

Namun setelah rapat, publik masih bertanya, Apa yang berubah? Standar apa yang diperketat? Pengawasan apa yang benar-benar dilakukan?

Jawabannya tak kunjung terdengar.


DATA YANG SEHARUSNYA TERBUKA, TAPI TERTUTUP

Hingga berita ini tayang, tidak tersedia data terbuka mengenai SPPG Mandiri Batankrajan, Berapa sekolah/lembaga yang dilayani?. Berapa anak didik per hari?. Apakah melayani ibu hamil dan ibu menyusui?. Berapa total porsi harian?

Ini bukan angka teknis. Ini nyawa statistik.


DIAM YANG MENGGEMA

Upaya konfirmasi kepada Korwil MBG BGN Mojokerto Raya, Rosi Dian Prasetyo, telah dilakukan.
Pesan terkirim.
Status terbaca.

Namun hingga berita tayang, belum ada jawaban.

Dalam diam setelah Kutorejo, bukan lagi netral.


BAYANG KEKUASAAN

Informasi lapangan menyebutkan SPPG MANDIRI diduga dimiliki oleh oknum individu anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.

Jika benar, maka ini bukan sekadar soal sanitasi.
Ini soal konflik kepentingan.
Soal batas tipis antara kekuasaan politik dan operasi program negara.

Negara tak boleh memasak di dapur kepentingan pribadi.

Kutorejo belum tuntas.
Batankrajan sudah beroperasi.

Di negeri ini, evaluasi sering kalah cepat dari distribusi. Dan papan bertuliskan “akan dibangun” dipakai untuk menutupi yang sudah beroperasi.


BELAJAR ATAU MENGULANG

MBG bukan proyek coba-coba.
Ia menyentuh anak-anak.
Ibu hamil.
Ibu menyusui.

Satu kesalahan
cukup untuk mengulang Kutorejo.

DETAK INSPIRATIF mencatat, mengunci, dan memberitakan bukan untuk menuduh,
melainkan untuk mengingatkan negara agar belajar sebelum sejarah berulang.

Karena gizi adalah masa depan.
Dan masa depan tak boleh diolah di ruang abu-abu.


“KUTOREJO CASE FILE”

Warning yang Belum Dijawab

Waktu: Januari 2026
Lokasi: Kutorejo, Kabupaten Mojokerto
Peristiwa: Keracunan massal konsumsi MBG
Korban: 411 Anak didik dan orang dewasa.
Status: Belum tuntas di ruang publik


Catatan Redaksi:
Kasus Kutorejo menjadi baseline evaluasi MBG Mojokerto. Namun hingga kini, hasil audit, sanksi, dan perbaikan standar tidak disampaikan secara terbuka. Negara seolah bergerak maju tanpa menutup luka lama.


“MBG MOJOKERTO DARI PERINGATAN KE SENYAP”

Jan 2026 — Keracunan MBG Kutorejo → publik menuntut evaluasi.

Feb 2026 — RDP Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto dengan Badan Gizi Nasional & Satgas MBG → janji perbaikan.

Mar–Apr 2026 — Data evaluasi tak dibuka, distribusi berlanjut.

Kini — Batankrajan beroperasi, papan “akan dibangun”, dapur sudah beroperasi.

Timeline
Rapat ada. Warning ada. Transparansi nihil.


 “JARAK RISIKO & TATA RUANG” 

Satu Pagar, Banyak Risiko:

✍️Zona Produksi Pangan: aktif

✍️Zona Material Bangunan: satu kompleks

✍️Kandang Ternak: ±25 meter

✍️Akses & Drainase: menyatu

✍️Catatan Teknis:
Tanpa sekat permanen & buffer zone, SLHS layak dipertanyakan.


DATA BELUM DIKETAHUI 

✍️Checklist Transparansi Publik

✍️Jumlah sekolah/lembaga dilayani

✍️Jumlah porsi harian

✍️Segmen penerima: anak didik / ibu hamil / ibu menyusui

✍️NIB terpisah dari toko bangunan

✍️SLHS aktif & rekomendasi Dinkes

✍️Status:  Belum dipublikasikan.

Papan bertulis “akan dibangun”
dipasang di depan
yang sudah beroperasi.

Di negeri ini, masa depan kerap dipakai
untuk menutup masa kini.

Kutorejo belum selesai.
Batankrajan sudah menyala.

MBG bukan eksperimen.
Ia nyawa di piring anak-anak.

DETAK INSPIRATIF mengunci edisi ini
sebagai pengingat keras, evaluasi yang tak dibuka adalah undangan bagi pengulangan.






Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode