LEBARAN DI JALUR TENGKORAK. Pacet–Cangar Jalan Indah yang Berulang Kali Mencari Tumbal ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

LEBARAN DI JALUR TENGKORAK. Pacet–Cangar Jalan Indah yang Berulang Kali Mencari Tumbal

-

Baca Juga


Kasatlantas Polres Mojokerto Jawa Timur, AKP Muhammad Yogie Pratama 



Senin, 23 Maret 2026.

Di turunan panjang kawasan Sendi, jalur, suara mesin meraung tak wajar. Sebuah motor meluncur liar dari arah menuju .

Di atasnya, satu keluarga.

Rem tak lagi berfungsi.

Detik berikutnya adalah kepanikan.
Motor menghantam penahan darurat.
Lalu hilang, jatuh ke jurang sedalam belasan meter.

Jeritan pecah di antara kabut tipis pegunungan.

Lebaran… berubah menjadi luka.




Korban anak anak




Satu Keluarga di Ujung Jurang

Anak itu diselamatkan lebih dulu.

Tubuh kecilnya digendong seorang polisi, berlari menuju ambulans. Nafasnya masih ada. Harapan belum padam.

Di bawah, kedua orang tuanya dievakuasi dengan luka. Warga, relawan, dan petugas bahu-membahu di medan terjal.

Menurut Kasatlantas Polres Mojokerto, lokasi tersebut memang rawan, terutama saat arus libur meningkat.

Namun kejadian ini bukan anomali.

Ini pola.





Mengapa Pacet–Cangar Terus Memakan Korban?

Investigasi majalah ini menemukan tiga lapisan masalah serius.


Desain Jalan Berisiko Tinggi

Karakter jalur. 

Turunan panjang dengan gradien curam ekstrem

Tikungan hairpin beruntun

Minim jalur penyelamat permanen (escape lane)

Dalam standar keselamatan jalan pegunungan, ini termasuk kategori high-risk descent corridor.


Sistem Pengaman Tidak Memadai

Penahan yang digunakan.

Sekam

Tanah gembur

Bukan gravel bed standar internasional.

Akibatnya, tidak mampu menghentikan kendaraan dengan momentum tinggi.
Hanya memperlambat bukan menyelamatkan


Lonjakan Pengguna Tidak Terkontrol

Saat Lebaran.

Volume kendaraan meningkat tajam

Banyak pengendara non-lokal

Minim pemahaman medan

Jalur lokal berubah menjadi jalur wisata massal tanpa kontrol risiko.







Antara Liburan dan Taruhan Nyawa

Bagi banyak keluarga, jalur ini adalah jalan menuju kebahagiaan, wisata, silaturahmi, liburan.

Namun bagi sebagian lainnya…

Ia menjadi perjalanan terakhir.

Seorang relawan di Pacet mengatakan,

“Setiap musim liburan, kami sudah seperti menunggu… pasti ada yang jatuh.”

Kalimat itu dingin.
Tapi nyata.


Ketika Rem Tidak Lagi Menyelamatkan

Fenomena yang terjadi dikenal sebagai.

Brake Fade

Panas berlebih pada sistem pengereman

Gesekan menurun drastis

Rem terasa “kosong”

Pemicu utama,

Turunan panjang tanpa jeda

Penggunaan rem terus-menerus

Tidak memanfaatkan engine brake

Motor matic seperti yang digunakan korban lebih rentan jika tidak dikendalikan dengan teknik khusus.





Jalur Pacet–Cangar dalam Angka

Kedalaman jurang 5–20 meter

Titik rawan utama, Sendi

Kasus dominan, rem blong

Waktu rawan, libur panjang & akhir pekan

Pola berulang,
turunan, rem panas, panik = kecelakaan






Cara Selamat di Jalur Ekstrem

WAJIB dilakukan,

Gunakan engine brake (turunkan gigi / mode rendah /gigi 1)

Istirahat setiap 15–20 menit

Jangan menekan rem terus-menerus

Periksa kampas & minyak rem sebelum perjalanan

HINDARI,

Bonceng berlebih

Ngebut di turunan

Mengandalkan rem penuh

 Di jalur seperti ini, teknik lebih penting daripada kecepatan.


Pariwisata Tanpa Mitigasi Risiko

Pacet–Cangar adalah jalur strategis penghubung wisata.

Air panas Pacet & Cangar Batu 

Wisata alam Batu

Jalur alternatif Malang–Mojokerto

Namun, Infrastruktur keselamatan belum mengikuti lonjakan wisata.
Edukasi pengguna jalan minim.
Sistem pengawasan belum optimal.


Jalan yang Menguji Kesadaran

Di jalur ini, kesalahan kecil tidak diberi ruang untuk diperbaiki.

Satu keputusan tidak berhenti, tidak mengurangi laju, bisa menjadi akhir.

Lebaran seharusnya tentang pulang.
Tentang berkumpul.
Tentang kehidupan.

Namun di tikungan Sendi…

Sebagian orang justru kehilangan semuanya.



Kasatlantas Polres Mojokerto Jawa Timur AKP MUHAMMAD YOGIE PRATAMA 


Negara Tidak Boleh Absen di Jalur Maut

Jalur bukan sekadar jalan.

Ia adalah ruang publik berisiko tinggi yang seharusnya dikelola dengan standar keselamatan maksimal.

Negara tidak cukup hanya,

memasang rambu

atau menyediakan rest area.


Negara harus hadir dengan,

sistem pengereman darurat (escape lane standar)

kontrol kendaraan sebelum masuk jalur

edukasi massif kepada masyarakat

Karena setiap korban…

bukan sekadar angka statistik.

Mereka adalah keluarga.
Mereka adalah cerita yang terputus.

Dan tragedi yang berulang…

adalah bukti bahwa kita belum benar-benar belajar.




Writer : DION

Editor : DJOSE







Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode