PENANGGUNGAN, GUNUNG YANG DIKULITI HIDUP-HIDUP Skandal Tambang Ilegal, Korupsi Miliaran, dan Nasib Situs Suci yang Menggantung ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

PENANGGUNGAN, GUNUNG YANG DIKULITI HIDUP-HIDUP Skandal Tambang Ilegal, Korupsi Miliaran, dan Nasib Situs Suci yang Menggantung

-

Baca Juga






MOJOKERTO — Dulu, orang naik ke Gunung Penanggungan untuk bertapa dan mencari ketenangan. Sekarang? Yang terdengar hanyalah deru excavator yang menggerogoti perut bumi tanpa ampun.

Gunung Penanggungan, ikon spiritual yang menyimpan jejak kejayaan Majapahit, kini sedang disiksa. Di balik kabut pegunungan yang misterius, terjadi perampasan sumber daya yang sistemik. Dan akhirnya, pada minggu kedua April ini, Tim Satgas Gabungan bergerak cepat.




Dipimpin langsung Sekda Mojokerto, Teguh Gunarko, gabungan dari Pemkab, Polisi, TNI, dan Jaksa melakukan SIDAK GEMPUR. Empat titik panas di kawasan Ngoro menjadi sasaran utama.


BOM WAKTU TERUNGKAP!

Di antara lubang-lubang menganga itu, satu temuan paling krusial bikin melongo. Aktivitas tambang milik CV Wiratama Mandiri ternyata nekat beroperasi DI LUAR KOORDINAT IZIN. Mereka mengeruk area yang bahkan tidak seharusnya disentuh!

"Tim ini gabungan Forkopimda, kita serius menindak yang ilegal," tegas Teguh di lokasi.

 

 


FAKTA MENGERIKAN HANYA 9 YANG SAH, RATUSAN LAINNYA...?

Data Dinas ESDM Jatim bikin bulu kuduk merinding. Dari puluhan bahkan ratusan lokasi tambang yang beroperasi 24 jam nonstop di Mojokerto, CUMA 9 YANG PUNYA IZIN RESMI.

Sisanya? Hantu. Tidak tercatat, tapi nyata mengeruk kekayaan alam.

Ironisnya, mereka punya cara licin untuk bertahan hidup. Banyak yang beroperasi mengatasnamakan Koperasi, Yayasan Sosial, bahkan Lembaga Pendidikan Agama. Topeng suci untuk menutupi bisnis kotor.

Organisasi masyarakat sipil bahkan menuding kuat bahwa di balik layar, ada "Tangan Besi" yang melindungi. Diduga kuat oknum aparat dan elit politik lokal adalah dalang di balik kerusakan ini.

Warga? Hanya bisa pasrah dan terdiam.

"Kalau yang punya orang kuat, kita bisa apa? Cuma bisa lihat gunung ini habis pelan-pelan," keluh salah satu warga dengan nada putus asa.

 

 

 

REKLAMASI? CUMA BOHONGAN DI ATAS KERTAS

 

Lihat dari udara, lereng Penanggungan bukan lagi hijau, tapi luka terbuka. Seperti kulit manusia yang terkupas, tanah merah terlihat menyakitkan.

PP No.78/2010 dan Permen ESDM No.26/2018 mewajibkan reklamasi? DILANGGAR TOTAL.

Bekas galian dibiarkan menganga. Tidak ada pohon, tidak ada pemulihan. Akibatnya? Setiap hujan turun, bukan air jernih yang mengalir, tapi BANJIR LUMPUR yang menghancurkan sawah warga dan mencemari sungai.

Meskipun Pusat sudah mengeluarkan surat penghentian operasional untuk 190 perusahaan di seluruh Indonesia karena gagal bayar jaminan reklamasi, nama-nama di Penanggungan seolah KEBAL HUKUM.

Pejabat Ditjen Minerba di Jakarta hanya berkomentar singkat.

"Sudah masuk radar, tapi ada kendala teknis dan politik di daerah..."

Politik? Jadi alasan alam hancur?

 

SEJARAH YANG HAMPIR MATI

Paling menyedihkan? Aktivitas ini terjadi tepat di depan mata situs sakral. Candi Kendalisodo, Jolotundo, dan Petirtaan Belahan kini terancam punah.

Air yang dulu dipercaya bisa menyucikan jiwa, kini keruh penuh endapan batu.

Ahli arkeologi memperingatkan. Erosi dan longsor bisa menghancurkan warisan Majapahit ini selamanya.

Dari Tapa Brata kini berubah jadi Tata Niaga.

Gunung tempat bersujud, kini jadi ladang penghancur.

 

SKANDAL BOMBASTIS PUNGLI RP 2,3 MILYAR DI ESDM JATIM!

Dan ini dia MASTERPIECE KEBUSUKANNYA. Kenapa izin susah keluar? Kenapa yang ilegal bisa bebas beroperasi?

Jawabannya ada di kantor Dinas ESDM Provinsi Jatim. Pada 16-17 April 2026, Kejati Jatim melakukan PENANGKAPAN BESAR-BESARAN.

Hasilnya? Mencengangkan! 

3 TERSANGKA. Kadis ESDM Aris Mukiyono, Kabid Tambang Ony Setiawan, dan Hermawan.

 UANG TUNAI & REKENING. Total Rp 2.369.239.765 (LEBIH DARI 2 MILYAR!) disita!

 MODUS OPERANDI "BAYAR, BARU IZIN KELUAR.

Aspidsus Kejati Jatim, Wagiyo Santoso, membongkar kelicikan mereka.

Meskipun sistem sudah OSS (Online Single Submission) yang seharusnya cepat dan transparan, mereka sengaja MEMBATALKAN PROSES.

"Kalau enggak ngasih uang, syarat lengkap pun izinnya nggak bakal keluar-keluar. Harus 'minta tolong' dulu," beber Wagiyo.

 

DAFTAR HARGA PUNGLI:

Perpanjangan Izin: Rp 50 Juta - 100 Juta

Izin Baru: Rp 50 Juta - 200 Juta

Izin Air Tanah: Rp 5 Juta - 20 Juta

Uang itu kemudian dibagi-bagikan secara rapi dari bawah ke atas. Sistem Mafia yang tersusun rapi.

Kini ketiganya sudah dikurung di tahanan Kejati. Kasus ini belum selesai, penyidik bersama PPATK sedang menelusuri jejak uang hingga ke akar-akarnya, termasuk kemungkinan jeratan TPPU (Pencucian Uang).

 

SUARA DARI LERENG

Seorang Kasepuhan Penanggungan pernah berkata.

"Bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi TITIPAN ANAK CUCU. Kalau Penanggungan hancur, siapa yang mau tanggung dosanya?"

Program "Bersih-bersih Tambang" dari Kementerian ESDM terdengar indah. Tapi janji hanya akan jadi angin lalu jika Penanggungan dibiarkan mati.

Gunung ini bukan sekadar tumpukan batu. Ia adalah paru-paru, sumber air, dan nadi sejarah Jawa Timur.

Jika terus dibiarkan dikuliti hidup-hidup, bukan hanya alam yang runtuh. Identitas bangsa ini pun ikut hancur lebur.

 

#SavePenanggungan 

#StopTambangIlegal

#HukumHarusBerjalan




Writer.   : Dara Jingga Dharma Putra

Editor.   : Dharma Praja Dewa Brata 




Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode