TEROR BENCANA BELUM BERAKHIR! Angin Puting Beliung Disertai Hujan Deras Ambrukkan Rumah Mbah Saripan di Trowulan
-Baca Juga
MOJOKERTO, 19 APRIL 2026 – Langit seakan runtuh. Dalam pekan ini, wilayah Mojokerto Raya bagaikan sedang diuji oleh alam. Silih berganti bencana datang menghantam. Mulai dari banjir yang merendam pemukiman, tanah longsor yang menimbun jalanan, hingga amukan angin kencang yang tak kenal ampun.
Dan hari itu, Sabtu (18/4/2026) siang, teror itu kembali terjadi. Kali ini dengan kekuatan yang mematikan.
HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN NAPAS IBLIS
Hujan deras mengguyur disertai angin kencang yang berhembus tak beraturan. Suasana siang berubah gelap gulita bagaikan malam hari. Suara deru angin menderu keras bak naga yang marah, menciptakan kepanikan luar biasa di kalangan warga.
Di Dusun Denuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, kekuatan alam itu tak terhentikan. Dalam hitungan menit, sebuah bangunan rumah tua yang menjadi tempat berteduh sepasang manula LULUH LANTAK
RUMAH AMBRUK!
Atap genteng terlempar jauh, dinding anyaman dan kayu penyangga patah berantakan. Bangunan itu roboh seketika, hancur menjadi tumpukan puing-puing tak berbentuk.
NASIB MALANG PASUTRI MANULA
Rumah itu adalah milik Mbah Saripan (66 tahun) dan istrinya Mbah Ganten (71 tahun).
Dua orang tua yang sehari-hari hidup sangat sederhana. Meski usia sudah renta, Mbah Saripan masih gagah pergi ke sawah mencari nafkah, sementara Mbah Ganten setia menemani di rumah.
KEBERUNTUNGAN BESAR
Namun di tengah kehancuran itu, terselip mukjizat. Saat dinding dan atap rumah mereka rubuh disapu badai, KEDUA LANSIA ITU BERUNTUNG TIDAK BERADA DI DALAM RUMAH.
Mereka selamat. Tidak ada korban jiwa. Namun, kini mereka kehilangan tempat bernaung. Dalam sekejap mata, tempat istirahat mereka di usia senja berubah menjadi hamparan puing.
RESPON CEPAT GUS MAKRUF TURUN TANGAN, WABUP RIZAL SIGAP AKSI
Warga sekitar yang melihat kejadian mengerikan itu langsung bergerak cepat. Kabar musibah langsung disampaikan kepada tokoh masyarakat dan pejabat setempat.
Informasi diterima oleh H. Makruf (Gus Makruf), Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Fraksi PAN, Dapil 3 Trowulan-Sooko-Puri.
"Kejadiannya sangat mendadak bro. Anginnya kencang sekali, hujan deras. Rumah Mbah Saripan ini langsung ambruk total. Warga panik," ujar Gus Makruf dengan nada prihatin.
Tanpa menunda waktu, Gus Makruf langsung mengkoordinasikan hal ini kepada Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian.
Respons Wabup Rizal luar biasa cepat.
"Pak Wabup sangat respon. Beliau langsung memerintahkan agar bantuan segera dikirimkan hari ini juga, karena kondisi sudah mulai malam dan cuaca masih tidak menentu," jelas Gus Makruf.
BANTUAN DARURAT SEGERA DIKIRIM
Mengingat situasi yang mendesak dan suhu udara yang mulai dingin, bantuan sementara langsung digelontorkan berupa.
Tempat tidur dan kasur
Perlengkapan istirahat darurat
Supaya kedua orang tua ini bisa beristirahat dengan layak meski tanpa atap rumah.
TIM PEMERINTAH SIAP TURUN LAPANGAN BESOK
Kepedulian pemerintah tidak berhenti di situ. Besok pagi, rombongan besar instansi terkait akan turun langsung ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut.
Tim gabungan yang akan hadir meliputi:
BPBD Kabupaten Mojokerto
Dinas Sosial
DPRKP2
Jajaran Pejabat Pemkab Mojokerto
Mereka akan melakukan peninjauan kerusakan, pendataan, dan memastikan nasib Mbah Saripan serta Mbah Ganten segera tertangani serius, termasuk rencana pembangunan kembali rumah mereka yang hancur.
Waspada Cuaca Ekstrem Masih Menghantui
Mojokerto Raya saat ini sedang bersedih. Bencana demi bencana datang silih berganti menguji ketangguhan kita.
Ini adalah peringatan keras bagi kita semua untuk lebih peduli pada lingkungan dan waspada terhadap perubahan cuaca yang semakin ekstrem.
Semoga Mbah Saripan dan Mbah Ganten diberikan kesabaran dan kesehatan. Semoga bantuan dari pemerintah benar-benar nyata dan cepat terealisasi.
#MojokertoTangguh #TrowulanBencana #PeduliSesama.
Writer. : Dion
Editor. : Djose
