INVESTIGASI KHUSUS. “FIRE SAFETY ICU”. Kebakaran PPJT RSUD Dr. Soetomo. Apakah Rumah Sakit Indonesia Benar-Benar Siap Menghadapi Api?
-Baca Juga
Di dunia medis modern, ruang ICU dan pusat jantung adalah wilayah paling steril, paling mahal, dan paling sensitif di dalam rumah sakit.
Tetapi Jumat pagi, 14 Mei 2026 di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo, seluruh konsep “zona aman” itu ambyar hanya dalam hitungan menit.
Api muncul dari lantai lima. Asap naik hingga lantai enam. Puluhan pasien dievakuasi.
Satu pasien meninggal dunia.
Pertanyaan yang selama ini nyaris tidak pernah dibahas serius.
“Apakah standar fire safety rumah sakit kita benar-benar hidup… atau hanya tertulis di dokumen akreditasi?”
ICU RUANG YANG TIDAK BOLEH GAGAL
Kebakaran di pusat layanan jantung berbeda dengan kebakaran gedung biasa.
Di mall, orang bisa berlari. Di kantor, orang bisa turun tangga.
Tetapi di ICU, pasien tersambung ventilator, pasien bergantung oksigen, pasien terhubung monitor jantung, pasien pasca operasi tidak bisa bergerak, bahkan beberapa pasien hidup melalui mesin.
Karena itu dalam standar internasional fire safety rumah sakit.
“ICU adalah area zero tolerance.”
Tidak boleh ada keterlambatan evakuasi, gangguan oksigen, kegagalan listrik ataupun penyebaran asap.
Sebab,
asap adalah pembunuh utama.
Bukan api.
FIRE SAFETY RUMAH SAKIT YANG HARUSNYA ADA
Sebuah rumah sakit tipe A nasional sekelas Dr. Soetomo secara teori wajib memiliki sistem proteksi berlapis.
FIRE DETECTION SYSTEM
Meliputi, smoke detector, heat detector, fire alarm otomatis, panel kontrol terintegrasi.
Tujuannya api diketahui sebelum membesar.
Pertanyaannya,
Apakah alarm aktif tepat waktu?
Karena dalam banyak kasus di rumah sakit - rumah sakit Indonesia alarm sering terlambat berbunyi, dimatikan karena dianggap mengganggu atau maintenance tidak optimal.
FIRE SUPPRESSION SYSTEM
Ini jantung pemadaman awal.
Meliputi hydrant, sprinkler, fire extinguisher, pompa tekanan tinggi, reservoir air darurat.
Dan inilah titik paling disorot dalam kasus PPJT.
dugaan hydrant tidak optimal.
Jika benar, maka ada kemungkinan pompa gagal, tekanan air drop, valve rusak atau sistem tidak siap operasi.
Dalam standar keselamatan modern,
hydrant rumah sakit tidak boleh gagal satu detik pun.
SMOKE MANAGEMENT SYSTEM
Ini bagian paling krusial.
Karena korban kebakaran rumah sakit sering meninggal akibat keracunan asap, kekurangan oksigen atau gangguan ventilasi.
Sistem ini meliputi smoke exhaust fan, tekanan udara positif ICU, fire compartment, fire door otomatis.
Jika asap bisa naik hingga ICU, maka penyelidikan harus melihat,
apakah containment system bekerja?
EMERGENCY POWER SYSTEM
Rumah sakit modern wajib punya genset otomatis, UPS, backup listrik ICU, backup oksigen sentral.
Karena,
listrik mati beberapa detik saja bisa fatal.
Pasien ICU bukan pengguna listrik biasa.
Mereka hidup melalui ventilator, pompa infus, monitor jantung, syringe pump, dialysis support.
Dan saat kebakaran, semua sistem itu masuk fase kritis.
MENGAPA RUMAH SAKIT RENTAN?
Investigasi lebih dalam menunjukkan masalah sebenarnya.
Banyak rumah sakit tumbuh secara “tambal sulam”.
Gedung diperluas bertahun-tahun, sayap baru ditambah, instalasi listrik diperpanjang, alat medis terus bertambah, konsumsi daya melonjak.
Tetapi,
sistem fire safety sering tertinggal.
Akibatnya kabel overload, ruang panel panas, ventilasi teknis buruk, sprinkler tidak merata, jalur evakuasi sempit.
Dan masalah terbesar,
budaya maintenance.
Banyak institusi rajin membangun, tetapi lemah merawat.
Secara administratif, rumah sakit besar biasanya lulus akreditasi, punya SOP, punya simulasi kebakaran, punya sertifikasi keselamatan.
Namun tragedi besar sering memperlihatkan,
dokumen belum tentu identik dengan kesiapan nyata.
Karena simulasi berbeda dengan kepanikan sesungguhnya.
Saat api muncul, asap mengacaukan orientasi, pasien panik, alat medis harus dipindah, tenaga kesehatan harus memilih prioritas hidup.
Dan di titik itu, yang bekerja bukan kertas SOP.
Tetapi,
kualitas sistem nyata di lapangan.
Kasus PPJT seharusnya tidak berhenti di “dugaan korsleting.”
AUDIT TOTAL FIRE SAFETY
Meliputi hydrant, sprinkler, smoke exhaust, panel alarm, jalur evakuasi, tekanan oksigen, genset, fire compartment ICU.
FORENSIK INSTALASI LISTRIK
Karena rumah sakit modern adalah
“gedung industri bertegangan tinggi.”
Cathlab, ICU, MRI, ventilator, semuanya menyedot daya besar.
AUDIT MANAJEMEN RISIKO
Pertanyaan penting, kapan terakhir simulasi kebakaran dilakukan? apakah semua staf ICU terlatih? apakah evakuasi pasien kritis pernah diuji realistis? apakah hydrant pernah diuji penuh?.
Selama ini rumah sakit besar menjadi simbol kemajuan gedung tinggi, alat modern, layanan premium, operasi kompleks.
Tetapi kebakaran PPJT memperlihatkan sesuatu yang lebih mendasar,
teknologi medis secanggih apa pun akan lumpuh jika sistem keselamatan dasarnya rapuh.
Dan inilah ironi paling pahit, tempat penyelamatan hidup justru berubah menjadi zona evakuasi darurat.
Kasus kebakaran Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) Dr. Soetomo bukan sekadar musibah lokal Surabaya.
Ia adalah, Peringatan nasional.
Tentang kesiapan rumah sakit di Indonesia, budaya maintenance, kualitas mitigasi bencana dan keselamatan pasien kritis.
Karena publik kini mulai sadar, membangun rumah sakit modern bukan hanya soal gedung megah, alat canggih atau digitalisasi layanan.
Tetapi, apakah seluruh sistem tetap mampu bekerja ketika api datang.
Dan pertanyaan paling menggetarkan sekarang adalah,
“Jika pusat jantung rujukan terbesar saja bisa kolaps oleh asap dan kepanikan… bagaimana dengan rumah sakit lain yang sistemnya jauh di bawahnya?”
Writer. : Dion
Editor. : Djose
