Menuju Tanah Suci Doa Bergema di Wringinrejo, Sang Kades Pamit Menjalankan Rukun Islam Ke 5
-Baca Juga
Kades Suhartono
MOJOKERTO – Suara tabuhan rebana Shalawat Al-Banjari menyambut setiap tamu yang datang ke sebuah rumah di Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Sabtu (2/5) malam. Di sana, suasana hangat begitu terasa. Hari itu bukan sekadar hajatan biasa, melainkan momen Walimatussafar, sebuah tradisi pamitan spiritual sebelum melangkah ke tanah suci.
Sang tuan rumah, Suhartono, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Wringinrejo, tampak bersahaja mengenakan batik parang biru. Bersama keluarganya, ia duduk bersimpuh di antara para tetangga dan handai taulan yang hadir memenuhi ruangan berlapis kayu tersebut.
Titipan Doa dan Permohonan Maaf
Dalam sambutannya yang menyentuh, Kades Suhartono tidak hanya memohon doa agar perjalanannya menjadi haji yang mabrur. Ia juga menggunakan momen ini untuk berpamitan secara resmi kepada warganya.
"Untuk sementara waktu, pelayanan di pemerintahan Desa Wringinrejo akan dijabat oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Desa," tuturnya. Beliau akan mengambil cuti terhitung sejak tanggal keberangkatannya, 8 Mei mendatang, hingga dijadwalkan kembali pada Juni 2026.
Kesederhanaan acara yang diisi dengan tausyiah agama ini menunjukkan sisi lain seorang pemimpin desa yang ingin menanggalkan atribut jabatannya demi menunaikan rukun Islam kelima.
Menanti Kloter 67
Perjalanan Pak Kades kali ini tidak sendirian. Ada 15 warga Desa Wringinrejo lainnya yang juga mendapat panggilan "tamu Allah" tahun ini. Mereka tergabung dalam Kloter 67, bagian dari rombongan besar 1.302 jemaah asal Kabupaten Mojokerto.
Sesuai jadwal, rombongan Kabupaten Mojokerto akan mulai diberangkatkan secara bertahap pada 7 hingga 8 Mei 2026. Pak Kades dan jemaah lainnya akan dilepas secara resmi dari halaman Pemkab Mojokerto.
Menengok Kesiapan Mojokerto
Tahun 2026 ini, geliat keberangkatan haji di Mojokerto memang cukup besar. Selain ribuan jemaah dari Kabupaten, Kota Mojokerto juga mengirimkan 234 jemaah yang tergabung dalam Kloter 60.
Bagi warga Wringinrejo, keberangkatan sang kepala desa bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga kebanggaan kolektif. Harapannya satu, semoga rombongan ini kembali ke tanah air pada 17 Juni nanti dengan selamat, membawa berkah bagi desa yang mereka tinggalkan sementara.
Haji, Birokrasi, dan Seni "Ngerem" Sejenak Sang Pamong Desa
