“Suntik KB Berujung Abses Dugaan Kelalaian di Balik Praktek Mandiri Bidan”
-Baca Juga
Kasus dugaan abses suntik KB yang menyeret nama seorang oknum bidan di wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai memasuki babak serius.
Setelah keluhan korban ramai diperbincangkan warga, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto akhirnya angkat bicara.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa para pasien disebut telah mendapatkan penanganan medis.
“Para pasien insyaallah sudah tertangani dengan baik. Yang bersangkutan juga ijinnya kami bekukan sementara selama dalam pembinaan dan pengawasan Dinkes dan IBI,” ujarnya.
Langkah pembekuan izin sementara tersebut menjadi sinyal bahwa kasus ini tidak dianggap ringan.
Sebab dalam dunia pelayanan kesehatan, pembinaan dan pengawasan biasanya dilakukan ketika terdapat dugaan pelanggaran prosedur atau adanya risiko terhadap keselamatan pasien.
Namun demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait hasil evaluasi medis, penyebab pasti abses maupun dugaan sumber infeksi yang dialami pasien.
Dugaan Kasus Kesehatan yang Mulai Bergerak ke Ranah Hukum
Di sisi lain, informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa korban disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum atas dugaan kelalaian medis tersebut.
Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa sampai saat ini belum terdapat laporan resmi ke aparat penegak hukum.
“Tidak ada laporan resmi ke Polsek atau Polres,” tuturnya.
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa proses yang berjalan saat ini masih berada pada jalur pembinaan internal profesi kesehatan dan pengawasan administratif.
Namun publik memahami, ketika pasien mengalami dugaan kerusakan jaringan hingga harus mendapatkan penanganan rumah sakit, maka persoalan tidak lagi sekadar soal pelayanan biasa.
Yang dipertanyakan masyarakat adalah apakah SOP medis dijalankan, apakah alat steril digunakan, bagaimana kualitas obat dan apakah penanganan pasca keluhan dilakukan secara cepat serta profesional.
Pembekuan Izin Peringatan Serius Dunia Kesehatan
Dalam praktik pelayanan kesehatan, pembekuan izin sementara bukan langkah administratif biasa.
Tindakan itu umumnya dilakukan untuk menghentikan sementara aktivitas pelayanan, mencegah potensi korban tambahan sekaligus memberi ruang penyelidikan dan penyidikan dan evaluasi profesi.
Artinya, ada situasi yang dianggap perlu mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Kesehatan maupun organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia.
Kini publik menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan medis, transparansi penyebab abses serta sejauh mana tanggung jawab profesional akan ditegakkan.
Luka yang Menyisakan Pertanyaan
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tindakan medis sekecil apa pun tetap memiliki risiko besar bila standar pelayanan diabaikan.
Suntik KB selama ini dikenal masyarakat sebagai prosedur rutin, cepat, dan sederhana.
Namun di tangan yang salah, atau dalam prosedur yang tidak steril, jarum kecil bisa berubah menjadi sumber infeksi yang menyakitkan.
Dan ketika seorang pasien pulang bukan dengan rasa aman, melainkan dengan luka bernanah dan trauma, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama satu tenaga kesehatan.
Tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan itu sendiri.
Writer. : Dion
Editor. : Djose
