Putra Ketiga "Bos Hadi" Raih Gelar Sarjana Hukum Doa Orang Tua & Kerja Keras Jadi Kunci ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

Putra Ketiga "Bos Hadi" Raih Gelar Sarjana Hukum Doa Orang Tua & Kerja Keras Jadi Kunci

-

Baca Juga



Bos Hadi Siswoyo Bersama Keluarga Besar 



MOJOKERTO — Di tengah suasana haru dan bahagia yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Mojokerto, Jawa Timur, nama Syauqi Baldan Sururi, S.H. kini terukir sebagai satu kebanggaan baru.

Putra ketiga dari tiga bersaudara pasangan Bapak Hadi dan Ibu tercinta ini resmi menyandang gelar Sarjana Hukum dari Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto. Sebuah perjalanan panjang yang tak hanya miliknya, tapi juga buah dari keringat, doa, dan pengorbanan seluruh keluarga.


Lebih dari Sekadar Nama Besar

Bagi banyak orang, nama Bos Hadi di wilayah Bangsal sudah tak asing. Sebagai juragan dealer motor yang dikenal tekun dan terpercaya, Bapaknya Syauqi ini telah membangun kehidupan dengan kerja keras selama bertahun-tahun. Namun di balik kesuksesan usaha itu, ada prioritas yang jauh lebih besar, mendidik anak-anak menjadi orang yang berguna.

Syauqi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Tumbuh di tengah lingkungan usaha orang tua, ia tak pernah manja. Justru melihat semangat Bapaknyw mengelola bisnis sekaligus mengabdi. Bos Hadi juga dikenal sebagai ASN di lingkungan DPMD Pemerintah Kabupaten Mojokerto menjadi pelajaran hidup paling nyata, kesuksesan butuh ketekunan, kejujuran, dan tanggung jawab.


Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar

Selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum, Syauqi bukan sekadar mengejar gelar. Ia belajar bahwa hukum bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan tentang melindungi, membela, dan menegakkan keadilan. Nilai-nilai itulah yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil, hidup harus bermanfaat bagi orang lain.

Di hari wisudanya, Syauqi berdiri tegap didampingi Ibu yang penuh kasih dan Bapak yang berbangga mata. Momen itu bukan sekadar perayaan kelulusan, itu adalah pembuktian.

"Anakmu bukan sekadar mewarisi nama dan usaha, tapi juga kemampuan untuk melangkah lebih jauh dari kita."

Kini gelar S.H. sudah resmi disandang. Namun bagi Syauqi, ini bukan garis akhir, melainkan titik awal perjalanan baru. Ia membawa doa Ibu, teladan Bapak, serta semangat kakak-kakaknya yang mendukung sepenuh hati.

Kisah Syauqi mengajarkan kita satu hal sederhana namun bermakna dalam.

"Keluarga adalah fondasi, doa adalah kekuatan, dan kerja keras adalah jalan. Jika digabungkan, tak ada mimpi yang mustahil."

Teruslah menjadi cahaya, Syauqi. Jadilah sarjana hukum yang tidak hanya pintar, tapi juga berhati lurus. Banggakan orang tuamu bukan hanya dengan gelar, melainkan dengan amal dan kebaikan yang kau tebarkan.

Selamat menapaki masa depan!




Writer : Foster Sterling 

Editor : Citra scholastika 


Mungkin Juga Menarik × − +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode