Pembukaan MTQ Tingkat Nasional XXXI Di Kota Semarang Jawa Tengah
MOJOKERTO — Dari 56 kafilah yang membawa nama Jawa Timur ke panggung Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, satu suara berasal dari Kabupaten Mojokerto.
Namanya Roy Mahendra, 24 tahun.
Masih duduk di bangku perkuliahan dan memasuki semester akhir, Roy kini harus membagi perhatian antara menyelesaikan pendidikan dan menjalankan amanah yang jauh lebih besar, membawa nama Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur dalam Cabang Tilawah Al-Qur’an, Golongan Remaja Putra pada MTQ Nasional XXXI.
Di arena nasional itu, lantunan suara Roy tidak lagi hanya menjadi milik dirinya. Di balik setiap ayat yang dilantunkan, ada nama Mojokerto yang ikut dipertaruhkan.
H. Muhammad Isyomuddin Anggota LPTQ Kabupaten Mojokerto
Menurut pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mojokerto, Gus Haji Muhammad Isyomuddin atau Gus Isyom, Mojokerto menyumbangkan satu Qori muda untuk memperkuat kontingen Jawa Timur dalam MTQ Nasional XXXI di Semarang.
Keikutsertaan Roy sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda di bidang tilawatil Qur'an di Kabupaten Mojokerto mampu menembus panggung kompetisi tingkat nasional.
“Mojokerto menyumbang Qori muda untuk kontingen Jawa Timur,” ujar Gus Isyom.
Bagi Roy, panggung Semarang bukan sekadar arena perlombaan. Ia menjadi ruang pembuktian setelah proses panjang belajar, berlatih dan mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan standar kompetisi nasional.
Usianya yang masih 24 tahun membuat perjalanan tersebut semakin menarik. Di satu sisi ia adalah mahasiswa yang tengah menyelesaikan pendidikan. Di sisi lain, ia telah dipercaya berdiri membawa nama daerah di antara para peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Mojokerto Datang Memberi Dukungan
Dukungan terhadap Roy dan seluruh kafilah Jawa Timur tidak hanya diberikan dari kejauhan.
Rombongan panitia lokal bersama pengurus LPTQ Kabupaten Mojokerto dijadwalkan berangkat ke Semarang pada 17 September 2026 untuk memberikan dukungan moril kepada para kafilah Jawa Timur.
Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata bahwa Roy tidak berjalan sendirian.
Ada Mojokerto di belakangnya. Ada doa keluarga, pembinaan para guru dan pembimbing, serta harapan masyarakat yang ikut menyertai setiap lantunan ayat yang akan dibacakannya.
MTQ Nasional pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang meraih juara.
Di sana ada proses panjang sebuah generasi untuk belajar, berdisiplin dan berani tampil membawa nama daerah di panggung Indonesia.
Dan bagi Kabupaten Mojokerto, Roy Mahendra adalah salah satu wajah muda dari proses itu.
Dari Bumi Majapahit menuju Semarang.
Membawa Al-Qur’an dalam lantunan suara, dan membawa nama Mojokerto dalam setiap penampilannya.
Writer : Peter Starling
Editor : Arthur Smith