DI TENGAH DINAMIKA POLITIK NASIONAL, CABOR SAMBO MOJOKERTO BORONG MEDALI DI KEJURDA JAWA TIMUR
-Baca Juga
Tujuh Atlet Turun Gelanggang, Satu Emas, Dua Perak dan Empat Perunggu Dibawa Pulang
MOJOKERTO — Di tengah riuhnya dinamika politik nasional yang diwarnai isu kudeta di lingkaran elite kekuasaan, prestasi justru datang dari gelanggang olahraga. Federasi Cabang Olahraga (Cabor) Sambo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menunjukkan daya saingnya dengan memborong tujuh medali dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sambo Jawa Timur 2026.
Kejuaraan yang berlangsung di Taman Remaja Surabaya pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian kemampuan atlet Sambo Kabupaten Mojokerto di tengah persaingan antardaerah.
Ketua Umum Federasi Cabor Sambo Kabupaten Mojokerto, Mokhamad Mukhidin, mengungkapkan capaian tersebut kepada DETAK INSPIRATIF melalui pesan WhatsApp.
Menurut Mukhidin, kontingen Sambo Kabupaten Mojokerto berhasil membawa pulang satu medali emas, dua perak dan empat perunggu dari nomor pertandingan Sport dan Combat.
Tujuh atlet yang berlaga didampingi empat pelatih, yakni Sensei Onet, Febrian, Bahar dan Karim.
Hasil pertandingan menempatkan Prada Abdi Baik Gusti Pekerti sebagai penyumbang medali emas. Ia meraih juara pertama nomor Sport kelas -58 kilogram.
Dua medali perak masing-masing diraih Prada M. Eka Bima Syahputra yang menempati posisi kedua nomor Sport kelas -64 kilogram, serta Akmal Abrarr Rahman yang meraih posisi kedua nomor Combat Men kelas -88 kilogram.
Sementara itu, empat medali perunggu disumbangkan oleh Prada Zulfikri Ilyas yang menempati posisi ketiga nomor Combat kelas -71 kilogram, Tegar Dwi Prasetiyo di nomor Sport kelas -53 kilogram, Novia Damayanti di nomor Combat Women kelas -54 kilogram, serta Rizky Aditiya Erlangga di nomor Sport kelas -88 kilogram.
Bukan Sekadar Koleksi Medali
Raihan tujuh medali tersebut menjadi catatan penting bagi perkembangan olahraga Sambo di Kabupaten Mojokerto.
Sambo merupakan cabang olahraga bela diri yang menggabungkan teknik bantingan, kuncian dan penguasaan pertarungan. Dalam kompetisinya, nomor Sport dan Combat memiliki karakter pertandingan serta tuntutan kemampuan yang berbeda.
Keberhasilan atlet Mojokerto meraih medali pada kedua nomor tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya bertumpu pada satu disiplin pertandingan.
Di balik capaian para atlet, ada kerja pelatih, kedisiplinan latihan dan keberanian menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Mokhamad Mukhidin sendiri tidak hanya dikenal dalam aktivitas olahraga. Ia juga merupakan pemimpin dan pengasuh Yayasan Yatim Piatu Villa Doa di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Dua aktivitas tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam bidang pembinaan olahraga sekaligus kegiatan sosial kemasyarakatan.
Bagi Sambo Kabupaten Mojokerto, hasil Kejurda 2026 bukan sekadar persoalan membawa pulang medali. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi modal untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan daya saing dalam kejuaraan berikutnya.
Gelanggang olahraga telah memberikan jawabannya. Di tengah hiruk-pikuk persoalan elite nasional, anak-anak daerah justru menunjukkan bahwa prestasi dapat dibangun melalui kerja keras, disiplin dan kompetisi.
Tujuh atlet, tujuh medali. Kabupaten Mojokerto tidak sekadar datang ke Surabaya untuk bertanding, tetapi pulang membawa prestasi.
Writer : Clara Chloe
Editor. : Greast Morezt
