PELANGGAN JARGAS PGN MERASA RESAH ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

PELANGGAN JARGAS PGN MERASA RESAH

-

Baca Juga

Sosialisasi Jargas PGN di Pendopo Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto.


Tunggakan itu akibat kesalahpahaman pembayaran tagihan pada pelanggan selama 6 bulan pertama pemasangan pada tahun 2017 lalu.

Jika dirunut, mencuatnya kasus tunggakan ini sebenarnya bukan murni kesalahan pelanggan. Informasi yang dihimpun menyebut jika pelanggan sebenarnya keberatan membayar beban pemakaian gas saat mulai diaktifkan pada Pebruari – Juni 2017 lalu.

Belum adanya penentuan tarif dasar tersebut tak ayal membuat beban tagihan penggunaan melonjak karena ternyata PT PGN meng -akumulasi kan, periode masa transisi penggunaan gas kepada pelanggan.
Ani Wijaya plt. Kabag Perekonomian Pemkot Mojokerto.


“Di Mojokerto ini ada keterlambatan penetapan harga dari pemerintah sehingga masyarakat terbebani untuk membayarnya. Soal tunggakan bulan Pebruari sampai Juni kita carikan solusinya sehingga masalah tunggakan ini teratasi, ” kata Kamal, Humas PT PGN berbicara dalam acara Sosialisasi Jaringan Gas Bumi di Kota Mojokerto.

Acara solusi mengatasi masalah utang PGN ini sendiri diinisiasi oleh Bagian Perekonomian Setdakot Mojokerto. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini berharap solusi yang ditawarkan pemkot yakni, berupa upaya mengangsur piutang dapat mempertahankan customer PGN.

“Untuk menyiasati mundurnya 623 pelanggan yang keberatan dengan membayar tunggakan awal Pemkot menawarkan solusi ke PGN agar tunggakan mereka agar bisa dicicil satu tahun,” ungkap Plt. Kabag Perekonomian Ani Wijaya sesaat sebelum acara sosialisasi tersebut digelar.

Ani mengatakan tunggakan disebabkan belum adanya penentuan tarif dasar gas dari pemerintah. Sehingga tarif diakumulasi selama lima bulan terhitung operasional transisi bulan Pebruari sampai Juni 2019.

“Sementara masyarakat beranggapan, masa percobaan lima bulan pertama tersebut gratis. Karena memang tarif dari kementerian ESDM belum turun,” tambahnya.

Sementara itu, Assisten II Pemkot Mojokerto Djoko Suharyanto mewakili Sekdakot Harlistyati yang memandatkan acara ini kepadanya mengatakan pesannya.
Akmal Makali Humas PT Jargas PGN


“Silahkan sampaikan uneg-uneg sampean ke PGN. Mumpung ada disitu. Eman-eman kalau putus, silahkan sampaikan apabila ada keluhan. Sebab, gas bumi ini murah, hemat dan efisien bagi pelanggan. Program ini menekan subsidi BBM dan mendorong energi yang lebih bersih,” katanya.

Menurut ia, ini adalah program infrastruktur nasional. Untuk mengurangi ketergantungan gas elpiji yang masih impor. Harga gas ini, lanjut Djoko, 4.250 per m3 bagi RT dengan listrik 450 V,  dan 6. 000 perm3 untuk konsumsi listrik 1300 V.

“Pemkot meminta penjadwalan lagi pada penunggak jargas pada PT PGN. Agar masyarakat merasakan manfaat harga murah dengan rencana penarikan subsidi elpiji. Kepada PGN, informasikan yang jelas kepada masyarakat agar tidak membebani masyarakat. Kalau, mengangsur 50 ribu perbulan dirasa berat sampaikan ke PGN. Emang kondisi ekonomi setiap masyarakat beda-beda. Ada yang berprofesi penarik becak ada yang setik sepatu,” tuturnya.

Proyek ini dimulai tahun mulai tahun 2016. Pada masa awal jargas sudah membuat 723 sambungan rumah. Tahun 2017 5.000 sambungan, 2019 4.000 dan tahun 2020 diproyeksikan 6.000 rumah baru. (*/MJ-2)


Mungkin Juga Menarik × +
VIDEOS
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode