AMUKTI PALAPA DI NOTO HADINEGORO. LASKAR MAJAPAHIT Menolak Tumbang, Menembus 8 Besar Liga 4 Jatim 2026
-Baca Juga
Pukul 14.00 WIB, Stadion Noto Hadinegoro menjadi saksi.
Bukan sekadar pertandingan.
Ini ujian mental, ujian iman, ujian sejarah.
Di bawah terik siang dan tekanan laga hidup mati, PS Mojokerto Putra datang tanpa kemewahan. Mereka membawa tekad dan satu sumpah tak tertulis: AMUKTI PALAPA. Tidak pulang sebelum tugas selesai.
Gol Cepat, Luka Awal untuk Persida
Baru menit ke-9, Vikrian mengoyak konsentrasi Persida Sidoarjo.
Satu sentuhan, satu keputusan, satu gol.
Tribun bergemuruh tanda bahwa Laskar Majapahit tidak datang untuk bertahan.
Keunggulan cepat itu mengubah peta laga. Persida mencoba bangkit, menekan, memancing emosi. PSMP menjawab dengan disiplin rapat, sabar, dan efisien. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis, namun ketegangan belum usai.
Menit 84: Hasbiyan dan Nafas Panjang Majapahit
Babak kedua berjalan keras. Duel demi duel. Nafas menipis.
Saat banyak tim memilih aman, PSMP memilih berani.
Menit 84, Hasbiyan muncul.
Gol itu bukan sekadar angka ia adalah titik balik takdir.
Gol yang lahir dari ketenangan, dari pengalaman, dari keyakinan bahwa perjuangan selalu menemukan jalannya.
Skor 2–1 bertahan hingga peluit akhir.
FULL TIME.
Klasemen yang Dibayar Mahal
Lolos ke 8 besar ini bukan hadiah, melainkan hasil tempur:
0–0 vs Perseba Bangkalan — laga disiplin, laga bertahan hidup
0–1 vs Persid Jember — jatuh di kandang lawan, tanpa menyerah
2–1 vs Persida Sidoarjo — laga penentuan, laga harga diri
Total 4 poin cukup untuk membuka gerbang 8 BESAR.
Cukup untuk menegaskan: PSMP masih ada, masih bernyali, masih berbahaya.
Lebih dari Sepak Bola
Di Mojokerto, sepak bola bukan sekadar skor.
Ia adalah cerita rakyat, ingatan kolektif, dan perlawanan sunyi.
Tim ini tidak dibangun dari gemerlap.
Ia dibangun dari keringat, kesabaran, dan kepercayaan bahwa proses tidak mengkhianati hasil.
Dalam satu pelukan usai laga, para pemain mengirim pesan jelas:
Laskar Majapahit tidak pernah mati.
Api Menyala, Perjalanan Berlanjut
Delapan besar bukan akhir.
Ini bab baru.
Dengan mental yang telah ditempa di Grup KK—grup neraka—PS Mojokerto Putra melangkah dengan kepala tegak. Lawan boleh berganti, tekanan boleh bertambah, tapi sumpah itu tetap sama:
LASKAR MAJAPAHIT ON FIRE
Bagaimana PS Mojokerto Putra Menang dengan Kepala Dingin, Bukan Sekadar Otot
Sepak Bola yang Tidak Banyak Bicara
Di tengah hiruk-pikuk sepak bola modern yang sering penuh teriakan, drama, dan klaim berlebihan PS Mojokerto Putra memilih jalan sunyi: bermain rapi, sabar, dan efektif.
Perjalanan mereka dari fase 32 besar hingga menembus 8 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2026 bukan kisah kebetulan. Ini adalah cerita tentang cara berpikir, bukan sekadar cara berlari.
Bukan Indah, Tapi Masuk Akal
PSMP tidak mengejar penguasaan bola tinggi.
Mereka mengejar kontrol permainan.
Dalam istilah sepak bola Spanyol, ini disebut orden con intención, rapi dengan tujuan.
Pertahanan rapat di tengah
Jarak antarlini dijaga pendek
Serangan tidak terburu-buru
Begitu ada ruang, mereka langsung menusuk
Hasilnya?
Gol-gol PSMP sering datang di momen yang tepat, bukan secara acak.
Mengerti Waktu, Mengerti Tekanan
Gol Vikrian di menit 9 melawan Persida Sidoarjo memberi pesan awal: kami siap.
Gol Hasbiyan di menit 84 memberi pesan akhir: kami tidak goyah.
Ini yang oleh orang Spanyol disebut saber sufrir, tahu bagaimana menderita tanpa kehilangan bentuk.
PSMP mampu:
Bertahan saat ditekan
Tidak panik ketika skor ketat
Menunggu sampai lawan lelah secara mental
Sepak bola bukan soal siapa yang paling kuat.
Tapi siapa yang paling tenang saat krusial.
Kalah Bukan Akhir, Menang Bukan Tujuan Akhir
PS Mojokerto Putra sempat kalah dari Persid Jember.
Mereka juga bermain imbang tanpa gol melawan Perseba Bangkalan.
Namun yang menarik: tidak ada perubahan panik.
Tidak ada gaya bermain yang diubah drastis.
Tim ini paham satu hal penting:
turnamen pendek dimenangkan oleh konsistensi, bukan reaksi emosional.
Tribun sebagai Energi, Bukan Tekanan
Sorak Laskar Majapahit bukan sekadar teriakan kemenangan.
Ia adalah penanda identitas.
Di banyak negara sepak bola besar Spanyol, Italia, Argentina tribun adalah bagian dari permainan. Mojokerto menunjukkan hal yang sama:
bahwa sepak bola daerah hidup karena rasa memiliki.
PETA PERJALANAN PS MOJOKERTO PUTRA
Camino del Laskar Majapahit
32 Besar – Grup HH
PSID Jombang 2–1
Persenga Nganjuk 0–1
Persipon Ponorogo 3–0
Lolos sebagai Runner-up
16 Besar – Grup KK
Perseba Bangkalan 0–0
Persid Jember 0–1
Persida Sidoarjo 2–1
Lolos ke 8 Besar
3: GOL & MOMEN KUNCI
Menit 9 – Vikrian
Menit 84 – Hasbiyan
“Gol awal mengontrol emosi lawan,
gol akhir mengunci mental.”
PS Mojokerto Putra bukan tim yang menang karena keberuntungan.
Mereka menang karena tahu siapa diri mereka.
Tidak silau.
Tidak tergesa.
Tidak berisik.
Dalam dunia sepak bola yang sering lupa akar, Laskar Majapahit mengingatkan satu hal sederhana namun penting:
Sepak bola yang dipikirkan dengan benar,akan selalu menemukan jalannya sendiri
