ANOMALI CUACA DI MOJOKERTO DAN SEKITARNYA: PAGI-MALAM DINGIN, SIANG-MALAM HUJAN – WASPADAI DAMPAKNYA
-Baca Juga
MOJOKERTO , 15 Januari 2026 – Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto serta sekitarnya saat ini menghadapi kondisi cuaca yang tidak biasa: pagi hingga dini hari terasa dingin dengan suhu berkisar 23-25°C, sementara siang hingga malam hari sering diguyur hujan ringan hingga lebat yang terkadang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berbeda dengan pola musim hujan biasa dan tidak sesuai dengan ciri khas musim Bediding yang biasanya terjadi pada awal musim kemarau (Juni-Agustus).
Menurut BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, kondisi cuaca anomali ini dipengaruhi oleh aktivitas monsun Asia, gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah, serta Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di Selat Madura yang masih hangat dan kondisi atmosfer lokal yang labil juga mendukung pertumbuhan awan hujan. Hingga saat ini, sebagian wilayah Mojokerto masih berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat, terutama di kecamatan seperti Kutorejo yang pada prakiraan cuaca hari ini menunjukkan potensi badai petir pada malam hari.
Wilayah dengan topografi perbukitan dan pegunungan seperti Pacet dan Trawas menjadi area yang perlu lebih meningkatkan kewaspadaan, karena berisiko mengalami banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Banyak warga melaporkan merasa mudah lelah dan dehidrasi meskipun sering minum air, serta peningkatan frekuensi buang air kecil akibat perubahan suhu dan kelembapan udara yang tidak stabil.
TIPS MEMELIHARA KESEHATAN DAN ANTISIPASI DAMPAK CUACA ANOMALI DI MOJOKERTO
1. Atur Asupan Cairan dan Pola Makan
Minum secara teratur 8-10 gelas cairan per hari, kombinasikan antara air putih dan air mineral untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
Konsumsi buah-buahan lokal kaya air dan nutrisi seperti salak, melon, atau jeruk lokal, serta sayuran hijau untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Batasi makanan terlalu asin atau pedas yang dapat meningkatkan kebutuhan cairan dan memengaruhi fungsi ginjal.
Siapkan Perlengkapan untuk Cuaca Ekstrem
Selalu bawa payung atau jas hujan saat keluar rumah, serta jaket tipis untuk menghadapi suhu dingin di pagi atau malam hari.
Pastikan rumah memiliki sistem drainase yang baik dan bersihkan selokan secara berkala agar tidak tergenang air saat hujan lebat.
Simpan persediaan makanan dan air bersih serta alat darurat seperti senter dan obat-obatan esensial di tempat yang mudah dijangkau.
Hindari Risiko Kecelakaan dan Penyakit
Saat berkendara di kondisi hujan atau jalan licin, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain. Jangan berlindung di bawah pohon atau tiang listrik jika terjadi hujan dengan petir.
Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan untuk mencegah penyakit seperti flu, diare, atau infeksi jamur yang mudah menyebar di udara lembap.
Jika tinggal di wilayah rawan longsor atau banjir, siapkan rencana evakuasi bersama keluarga dan pantau informasi peringatan dini dari BMKG atau dinas terkait.
Perhatikan Tanda-Tanda Masalah Kesehatan
Segera cari bantuan medis jika mengalami gejala seperti pusing, nyeri pinggang, urine berwarna gelap, atau kesulitan bernapas.
Bagi warga lansia atau memiliki riwayat penyakit kronis seperti penyakit ginjal atau jantung, disarankan untuk lebih sering memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Keterangan dari dr. Rina Wijaya, praktisi kesehatan di Puskesmas Mojokerto Timur: "Perubahan cuaca yang tidak terduga membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih rentan. Selain menjaga asupan cairan dan nutrisi, penting juga untuk cukup istirahat dan menghindari paparan langsung terhadap perubahan suhu yang ekstrem."
BMKG Juanda menyediakan informasi cuaca terkini 24 jam melalui telepon (031) 8668989, WhatsApp 0895-8003-00011, atau melalui website dan media sosial resmi. Pemerintah Kota dan Kabupaten Mojokerto juga mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan agar mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem.
