DETIK-DETIK MAUT DI LANGIT 10.000 KAKI! 🪂🦅JIWA KORSA PRAJURIT KOPASSUS SERMA EDI SUTONO ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

DETIK-DETIK MAUT DI LANGIT 10.000 KAKI! 🪂🦅JIWA KORSA PRAJURIT KOPASSUS SERMA EDI SUTONO

-

Baca Juga



DANJENSUS Berikan Penghargaan Kepada Serma Edi Sutono berupa SANGKUR PERAK Sebagai Penghargaan Tertinggi Seorang Prajurit TNI AD KOPASSUS.


SANGKUR PERAK DAN JIWA KORSA: Aksi 'Malaikat' Baret Merah di Langit Biru


Di ketinggian ribuan kaki, di mana oksigen menipis dan gravitasi menjadi hakim yang tidak kenal ampun, sebuah drama antara hidup dan mati pernah tertulis. Ini bukan sekadar simulasi tempur, melainkan pembuktian tertinggi dari janji seorang prajurit Komando: Tidak akan membiarkan rekan jatuh sendirian.


Maut di Ketinggian 3.000 Kaki

Kisah ini bermula pada latihan bersama (Latma) DOLPHINE XVI. Serma Edi Sutono, prajurit pilihan Kopassus, melakukan terjun bebas (freefall) dari ketinggian 10.000 kaki bersama rekannya, Sgt. Sabado dari Socom Filipina. Namun, saat memasuki ketinggian kritis 3.000 kaki, maut mengintai; Serma Edi menyadari bahwa Sabado kehilangan kesadaran (blackout) di udara.


Dalam hitungan detik yang menentukan, Serma Edi melakukan keputusan yang melampaui logika keselamatan diri: ia melakukan mid-air chase (pengejaran di udara). Ia berhasil menjangkau tubuh rekannya dan menarik payung utama Sgt. Sabado hingga mengembang sempurna. Nyawa rekan terselamatkan, namun harga yang harus dibayar Edi sangatlah mahal.



Filosofi Sangkur Perak: Simbol Keberanian Tanpa Batas

Atas aksi heroik tersebut, pimpinan tertinggi Korps Baret Merah menganugerahkan Sangkur Perak, sebuah penghargaan yang sangat sakral dan tertinggi di lingkungan Kopassus.

Bukan Sekadar Logam: Sangkur Perak adalah representasi dari tindakan yang melebihi panggilan tugas (beyond the call of duty).

Mahar Sebuah Nyawa: Serma Edi menerima penghargaan ini setelah ia sendiri kehilangan ketinggian aman akibat aksi penyelamatan tersebut.

Luka yang Terhormat: Karena waktu yang sangat tipis, payung utama Edi tidak sempat mengembang sempurna, memaksa ia menggunakan payung cadangan hingga akhirnya menabrak pohon dan jatuh ke tanah. Cedera kaki yang dialaminya menjadi saksi bisu pengorbanannya.




Jiwa Korsa: Napas Prajurit Komando

Istilah Jiwa Korsa sering terdengar, namun apa yang dilakukan Serma Edi adalah definisi paling murni dari istilah tersebut.

"Jiwa Korsa bukan sekadar solidaritas saat senang, melainkan kesediaan untuk menjadi tameng bagi rekan di saat nyawa di ujung tanduk."

Aksi ini membuktikan bahwa persaudaraan prajurit (brotherhood) tidak mengenal batas negara. Di bawah naungan parasut yang mengembang, Serma Edi telah menuliskan tinta emas tentang bagaimana seorang prajurit Kopassus menjaga martabat baret merahnya dengan aksi nyata, bukan sekadar kata-kata.

Misi: Penyelamatan di udara pada Latma DOLPHINE XVI.

Situasi: Rekan mengalami blackout pada ketinggian 3.000 kaki.

Aksi: Mid-air chase dan penarikan manual payung utama rekan.

Konsekuensi: Terjatuh menabrak pohon dan mengalami cedera kaki.

Penghargaan: Sangkur Perak (Atas keberanian luar biasa dan Jiwa Korsa).



Serma Edi Sutono yang sedang menerima Sangkur Perak sebagai latar belakang transparan/grayscale, dengan teks tebal di tengah)

"Ketinggian boleh merenggut kesadaran, tapi tidak dengan Jiwa Korsa. Sangkur Perak ini bukan tentang seberapa tinggi kita melompat, tapi tentang siapa yang kita pastikan selamat saat mendarat." 
Serma Edi Sutono, Prajurit Kopassus


Menjadi Komando adalah Pilihan, Menjadi Pahlawan adalah Panggilan.

Kisah Serma Edi Sutono adalah pengingat bagi kita semua di dunia sipil maupun militer bahwa profesionalisme sejati selalu beriringan dengan rasa kemanusiaan. Saat ia melakukan mid-air chase di ketinggian 3.000 kaki, ia tidak sedang mengejar medali; ia sedang mengejar nyawa seorang saudara.

Meski harus mendarat darurat, menabrak pohon, dan mengalami cedera kaki yang permanen, Edi membuktikan bahwa "Pisau Perak" atau Sangkur Perak hanya diberikan kepada mereka yang memiliki hati sekeras baja dan kasih yang tulus kepada sesama.


#Kopassus #JiwaKorsa #SangkurPerak #SermaEdiSutono #TNIAD #DetakInspiratif #Heroik #BaretMerah





Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode