LASKAR MAJAPAHIT MENYALA DI ANJUK LADANG. PS Mojokerto Putra Tundukkan PSID Jombang, Tiga Poin yang Menghidupkan Asa
-Baca Juga
Selebrasi pemain PS Mojokerto Putra usai memastikan kemenangan 2–1 atas PSID Jombang pada babak 32 Besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur di Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk, Senin (5/1/2026). Dua gol di babak kedua menjadi penanda kebangkitan Laskar Majapahit di fase krusial kompetisi.
Di bawah langit Anjuk Ladang yang terik, Senin siang itu bukan sekadar pertandingan sepak bola. Ia adalah pengingat bahwa Mojokerto belum selesai dengan sejarahnya. Bahwa PS Mojokerto Putra, dengan segala dinamika dan luka masa lalu, masih berdiri tegak membawa panji Laskar Majapahit.
Babak 32 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2026 mempertemukan PSMP dengan PSID Jombang. Dua tim dengan karakter kuat, dua wilayah dengan gengsi lama. Sejak peluit awal dibunyikan pukul 13.00 WIB, pertandingan berjalan ketat, cenderung hati-hati, seolah kedua tim sama-sama paham: satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Babak Pertama: Adu Disiplin dan Kesabaran
PSMP tampil rapi. Garis pertahanan dijaga ketat, transisi dilakukan tanpa gegabah. PSID Jombang tak kalah disiplin. Adu taktik lebih dominan dibanding adu emosi. Hingga jeda turun minum, skor 0-0 bertahan namun tensi pertandingan justru terasa makin naik.
Ricky & Hasbiyan Nama yang Mengubah Arah Laga
Babak kedua menjadi milik Ricky & Hasbiyan
Menit ke-50, kebuntuan akhirnya pecah. Sebuah momentum yang lahir dari keberanian dan keyakinan. Ricky memanfaatkan celah, menyelesaikan peluang dengan dingin. Gol itu bukan hanya mengubah papan skor, tetapi juga psikologi pertandingan.
PSMP semakin percaya diri. Irama permainan dikendalikan. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Dan pada menit ke-71, Hasbiyan muncul sebagai pembeda gol keduanya sekaligus mengukuhkan dominasinya di laga ini.
PSID Jombang sempat memberikan perlawanan dan memperkecil ketertinggalan. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan PS Mojokerto Putra.
Tiga poin pun resmi diamankan. Grup HH kini terbuka lebar bagi Laskar Majapahit.
Denny Rumba: Realisme Seorang Pelatih
Pelatih PSMP, Denny Rumba, memilih merayakan kemenangan ini dengan kepala dingin. Baginya, fase 32 besar adalah wilayah tanpa ruang lengah.
“Kalau saya pribadi menganggap semua lawan itu berat. Tidak ada pertandingan yang mudah di fase seperti ini,” ujarnya lugas.
Sorot matanya berubah serius saat menyebut laga berikutnya melawan Persenga Nganjuk, sang tuan rumah.
“Main di kandang lawan, pasti ada dukungan suporter. Itu faktor yang harus kita waspadai. Mereka punya pemain ke-12,” katanya.
Namun satu hal ditegaskan Denny: target PSMP tak berubah.
“Target kita selalu sama: menang di setiap pertandingan.”
Jadwal Penentuan
PSMP masih harus melewati dua ujian berat:
Rabu, 7 Januari 2026 – vs Persenga Nganjuk (Tuan Rumah)
Jumat, 9 Januari 2026 – vs Persepon
Dua laga ini akan menentukan apakah api Majapahit benar-benar kembali membesar, atau sekadar menyala sesaat.
Bagi Mojokerto, PSMP bukan sekadar klub. Ia adalah identitas, kebanggaan, dan ingatan kolektif tentang stadion yang pernah bergemuruh, tentang generasi yang tumbuh dengan warna kebesaran Laskar Majapahit.
Kemenangan atas PSID Jombang mungkin hanya tercatat sebagai 3 poin di klasemen. Namun bagi publik Mojokerto, ia adalah tanda kehidupan, bahwa harapan itu masih ada, dan perjalanan ini belum selesai.
