SETAHUN LEDAKAN SUMOLAWANG,KAPOLRES MOJOKERTO BERGANTI DI TANGGAL YANG SAMA. AKBP Ihram Kustarto Pindah ke Tulungagung, AKBP Andi Yudha Pranata dari Batu Masuk Mojokerto
-Baca Juga
Mojokerto, 13 Januari 2026 — Tepat satu tahun lalu, dentuman keras mengguncang Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Peristiwa 13 Januari 2025 itu merenggut dua nyawa warga sipil seorang ibu dan anaknya yang tertimbun reruntuhan rumah saat tidur. Dua rumah hancur lebur, sementara bangunan warga di radius ratusan meter mengalami kerusakan parah.
Ironisnya, persis di tanggal yang sama, 13 Januari 2026, Polri melakukan mutasi jabatan Kapolres Mojokerto.
AKBP Ihram Kustarto, yang menjabat Kapolres Mojokerto saat peristiwa ledakan terjadi, resmi dipindah tugas sebagai Kapolres Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, AKBP Andi Yudha Pranata, yang sebelumnya menjabat Kapolres Kota Batu, ditunjuk sebagai Kapolres Mojokerto yang baru.
Pergantian pimpinan berlangsung rapi dan formal. Namun di luar ruang seremonial, kasus Ledakan Sumolawang masih belum menemukan ujung hukum yang terang.
Negara Pernah Bicara, Lalu Sunyi
Tak lama setelah tragedi setahun lalu, kepolisian menggelar press conference resmi. Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa ledakan berkaitan dengan penyimpanan bahan peledak kelas 1 berupa bubuk mercon, yang melibatkan oknum anggota Polsek Dlanggu berinisial M (Ipda M).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa negara pernah memastikan adanya dugaan tindak pidana serius melibatkan:
bahan peledak berbahaya,
aparat kepolisian sebagai oknum individu,
serta dua korban jiwa warga sipil.
Namun setelah pernyataan awal itu, informasi hukum lanjutan tak lagi terdengar di ruang publik.
Jabatan Berganti, Perkara Tetap di Tempat
Hingga genap satu tahun berlalu, publik belum memperoleh penjelasan terbuka mengenai:
status hukum Ipda M,
apakah telah ditahan atau tidak,
apakah berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan,
di pengadilan mana perkara disidangkan,
serta bagaimana pemenuhan hak keluarga korban.
Pergantian Kapolres dari AKBP Ihram Kustarto ke AKBP Andi Yudha Pranata menandai peralihan tanggung jawab kepemimpinan, tetapi tidak menghapus tanggung jawab institusional Polres Mojokerto terhadap kasus ini.
Jabatan boleh berpindah,
tetapi perkara tidak boleh ikut ditinggalkan
AKBP ANDI YUDHA PRANATA
Ujian Awal Kapolres Baru
Masuknya AKBP Andi Yudha Pranata, perwira lulusan Akpol 2005 yang dikenal aktif turun ke lapangan saat bertugas di Kota Batu, kini membawa ekspektasi publik Mojokerto.
Kasus Sumolawang menjadi ujian awal dan nyata:
apakah kepemimpinan baru berani membuka kembali status perkara,
memastikan jalur pidana berjalan transparan,
dan mengembalikan hak keluarga korban atas kebenaran dan keadilan.
13 Januari: Hari Duka dan Hari Evaluasi
Bagi Mojokerto, 13 Januari kini memiliki makna ganda:
hari duka tragedi Sumolawang,
sekaligus hari evaluasi penegakan hukum negara.
Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk bekerja.
Satu tahun terlalu lama untuk diam.
Di Sumolawang, ledakan itu belum benar-benar selesai.
Tanggal boleh sama.
Kapolres boleh berganti.
Tapi keadilan tidak boleh ikut dimutasi.
