Caption: "Penghayatan penuh: Salah satu peserta saat melantunkan adzan dengan teknik nagham yang memukau juri."
MOJOKERTO – Ada pemandangan tak biasa di kantor Radar Mojokerto, Jalan Raya Jampirogo, Sooko, akhir pekan ini. Di sela kesibukan deadline cetak berita esok hari, sebuah harmoni surgawi justru menyeruak dari kerongkongan mungil anak-anak sekolah dasar & Madrasah ibtidaiyah. Menyambut fajar Ramadhan 1447 H, "Lomba Adzan Bocil" yang digelar Media Radar Mojokerto bukan sekadar kompetisi, ia adalah panggung pembuktian generasi penjaga menara masjid se-Mojokerto Raya.
Dapur Redaksi yang "Berdarah-darah"
Di balik kesyahduan suara para peserta, ada ketegangan yang memuncak di ruang panitia. Fendi Firmansyah, Redaktur Pelaksana (Redpel) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, tampak kelelahan namun matanya tetap berbinar penuh semangat. Baginya, menggelar acara sebesar ini di tengah rutinitas deadline media cetak adalah sebuah pertaruhan profesionalisme.
"Jujur saja, ini sangat menguras energi. Kami harus begadang menyiapkan panggung, mengatur alur 100 peserta, hingga memastikan teknis acara di kantor Jampirogo ini berjalan sempurna," ungkap Fendi di sela-sela kesibukan babak penyisihan yang digelar maraton sejak Sabtu pagi (28/2).
Meski kru harus berjibaku dengan persiapan fisik yang melelahkan selama dua hari (Sabtu-Minggu, 28 Februari - 1 Maret 2026), Fendi menegaskan satu hal, marwah jurnalisme tetap menyala. "Meski lelah dan fokus terbagi antara panggung dan meja redaksi, ini sama sekali tidak boleh mengganggu deadline tayang media cetak Radar Mojokerto. Koran harus tetap terbit tepat waktu seperti biasanya," tambahnya tegas.
Saringan Ketat Tiga Pilar
Sebanyak 100 peserta tingkat SD/MI dari seluruh pelosok Mojokerto Raya datang dengan satu ambisi, membawa pulang kebanggaan bagi sekolah dan orang tua. Jalur menuju final sungguh terjal karena mereka harus berdiri di depan meja penjurian yang diisi oleh tiga pilar kompetensi:
* Muadzin Profesional: Menakar estetika nada dan irama (nagham).
* Kemenag Kabupaten & Pengurus MUI: Menjaga kemurnian syariat dan kefasihan makhrijul huruf.
* Internal Media Radar Mojokerto: Menilai kepercayaan diri dan performa panggung.
Daftar Kehormatan: 20 Finalis Terbaik
Setelah melalui pertarungan sengit di babak penyisihan, dewan juri akhirnya memutuskan 20 nama yang layak melaju ke babak pamungkas:
Panggung Final di Sunrise Mall
Perjalanan belum usai. Ke-20 finalis ini akan kembali diuji mentalnya di panggung yang lebih megah Aurora Atrium, Sunrise Mall Mojokerto. Babak Final akan digelar pada Senin, 2 Maret 2026 mulai pukul 14.00 WIB. Panggung mall yang biasanya riuh dengan gaya hidup modern, akan berubah syahdu oleh panggilan shalat, membuktikan bahwa syiar Islam di Bumi Majapahit tetap berkumandang kencang melampaui zaman.