JALUR TENGKORAK BERNAMA PACING. Dari Korban Jiwa ke Tabrakan BERUNTUN ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

JALUR TENGKORAK BERNAMA PACING. Dari Korban Jiwa ke Tabrakan BERUNTUN

-

Baca Juga


Pantauan Kamera CCTV Jalan Raya PACING Bangsal Mojokerto Jawa Timur, Kamis pagi 19 Februari 2026



MOJOKERTO — Pagi di awal Ramadhan, Kamis 19 Februari 2026, seharusnya tenang. Namun di Jalan Raya Pacing, ketenangan itu pecah. Sebuah truk oleng. Dalam hitungan detik, benturan beruntun terjadi. Sedikitnya lima kendaraan terlibat. Rekaman CCTV menjadi saksi, cepat, keras, dan nyaris tanpa ruang menghindar.

Bagi warga Kecamatan Bangsal, ini bukan kejutan. Ini pola.

“Jalannya lurus, truk banyak, pagi-pagi sering ngebut. Hampir tiap bulan ada kejadian,” ujar warga sekitar.





Kasus Fatal & Serius — Jalan Raya Pacing

8 Jan 2026 → FATAL (Truk vs motor, 1 meninggal)

30 Jan 2026 → FATAL (Motor vs truk, 1 meninggal)

7 Feb 2026 → SERIUS (kecelakaan berat/luka serius)

19 Feb 2026 → SERIUS (kecelakaan beruntun melibatkan truk)


Januari didominasi korban jiwa. Februari bergeser ke kecelakaan massal/serius.  Risiko meningkat dan meluas, bukan menurun.

Zona Risiko Tertinggi

  1. Jalan Raya Pacing – Bangsal (fatal berulang)

  2. Bangsal–Ngrowo (truk oleng, fatal)

  3. Ruas Pacing–Pacet (faktor lingkungan/proyek)

Mayoritas kejadian terjadi pagi - malam hari saat arus logistik padat.








MENGAPA TERUS BERULANG? 

Dominasi kendaraan berat di jam rawan. Kecepatan tinggi di ruas lurus (ilusi aman). Minim pengendalian visual (rambu/marka peringatan truk) penerangan jalan umum. Belum ada pembatasan jam operasional truk. Adaptasi fisik pengemudi di awal puasa (butuh kewaspadaan ekstra)

CCTV memperlihatkan satu kesalahan kecil oleng atau rem terlambat cukup untuk memicu tabrakan berantai.





Jalan Raya Pacing adalah nadi mobilitas dan logistik Kabupaten Mojokerto. Ketika kecelakaan berulang dibiarkan, risikonya sistemik. Setiap pagi, pengguna jalan menghadapi lotere keselamatan.

Ini bukan sekadar musibah. Ini peringatan keras.
Pemerintah daerah, aparat, dan dinas teknis wajib bertindak sekarang.

Audit Keselamatan Jalan (Road Safety Audit) segera. Pembatasan jam operasional kendaraan berat (jam pagi & malam rawan). Penegakan kecepatan berbasis teknologi (ETLE/speed gun). Peringatan visual progresif (rambu besar, marka kejut, rumble strip). Uji kelaikan & muatan truk (cegah overload & rem bermasalah). Kampanye keselamatan Ramadhan untuk pengemudi logistik

Jalan lurus bukan alasan lalai.
Jika Kejadian ini kembali diabaikan, yang dipertaruhkan bukan hanya arus barang melainkan nyawa manusia.





Reporter: DION
EDITOR: DJOSE






Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode