Mojokerto Gelap. PJU Mati Massal di Kabupaten Mojokerto, Jalan Raya Berubah Menjadi Lorong Kematian
-Baca Juga
Hujan turun sejak siang menjelang sore. Saat malam tiba, gelap datang serentak. Di Kabupaten Mojokerto, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) mati massal. Jalan-jalan vital berubah menjadi lorong hitam sunyi, basah, dan berbahaya.
Keluhan warga mengalir dari banyak titik. Bukan satu ruas. Bukan satu malam. Gelapnya sistemik.
Di ruas Pacing Bangsal–Pacet, malam hari gelap gulita di beberapa titik. Tanpa penerangan, seorang pengendara motor menabrak material bangunan di tepi jalan. Bukan karena ugal-ugalan melainkan karena tak terlihat. Hujan menutup jarak pandang, PJU yang padam menutup harapan.
Pacet–Trawas Jalur Wisata yang Membutakan
Jalur Pacet–Trawas urat nadi wisata dan ekonomi malam hari menjadi jebakan. Tikungan, tanjakan, dan kabut hujan bertemu dalam gelap. Warga menyebutnya “membutakan.”
Dawarblandong, Kendaraan Berat di Tengah Gelap
Di kawasan Dawarblandong, kendaraan berat lalu-lalang. Tanpa PJU, silau lampu kendaraan saling meniadakan. Risiko tabrakan meningkat terutama saat hujan.
Jawaban Resmi Terkait Cuaca, Kewenangan, dan Anggaran
Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Permukiman Rakyat Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab gangguan PJU. Ia juga menyatakan sebagian ruas merupakan kewenangan provinsi dan nasional.
Namun pernyataan yang memantik kritik publik adalah ini, OPD bukan tidak memiliki sparepart, tetapi belum dianggarkan.
Satu kalimat administratif dengan konsekuensi keselamatan yang nyata.
Di Antara Kewenangan dan Nyawa
Warga tak pernah menanyakan kewenangan. Mereka hanya melintas di jalan yang sama, di malam yang sama, di bawah hujan yang sama. Ketika PJU padam, yang dipertaruhkan bukan regulasi, melainkan nyawa.
Apakah keselamatan publik harus menunggu pos anggaran?
Apakah korban berikutnya harus jatuh dulu agar lampu menyala?
PJU mati bukan sekadar bohlam. Ini soal prioritas, koordinasi lintas kewenangan, dan kehadiran negara di ruang paling dasar, jalan raya. Selama hujan turun dan malam datang, gelap akan terus meminta tumbal, jika cahaya tak segera dinyalakan.
KETIKA GELAP BERTEMU KUBANG
✍️ PJU padam → jarak pandang hilang
✍️ Aspal mengelupas & berlubang → risiko struktural
✍️ Hujan → lubang tersamarkan air
✍️ Lalu lintas padat → peluang kecelakaan berlipat
Ini bukan insiden tunggal. Ini pola risiko.
CATATAN
Jalan berlubang bukan muncul semalam. Ia adalah akumulasi. Pemeliharaan minim. Penambalan darurat tanpa kualitas. Beban kendaraan berat. Cuaca ekstrem yang berulang. Saat lubang dibiarkan dan PJU padam, keselamatan publik menjadi taruhan harian.
“Di Mojokerto, bahaya tak datang sendirian. Ia datang berlapis, gelap di atas, kubang di bawah.”
