MUDIK YANG TERHENTI DI TEPI ASPAL. Seorang Mahasiswi, Pengendara yang Kabur, dan Wartawan yang Kebetulan Lewat ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

MUDIK YANG TERHENTI DI TEPI ASPAL. Seorang Mahasiswi, Pengendara yang Kabur, dan Wartawan yang Kebetulan Lewat

-

Baca Juga








Sore itu, matahari masih berdiri tegak di atas Jalan RA Basoeni, Sooko, Mojokerto. Panasnya memantul dari aspal jalan raya yang tak pernah benar-benar sepi dari lalu lintas kendaraan.

Hari itu adalah masa arus mudik. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan logistik saling mendahului di jalan yang menghubungkan Mojokerto dan Jombang.

Saya sedang melintas di jalan itu.

Tujuannya sederhana, meliput situasi arus mudik.

Namun beberapa detik kemudian, perjalanan liputan itu berubah menjadi peristiwa kemanusiaan yang tak direncanakan.

Di pinggir jalan, saya melihat sebuah sepeda motor Scoopy merah berhenti miring di rerumputan.

Helm masih tergantung di setang.

Beberapa meter dari motor itu, seorang perempuan muda duduk di tanah. Ia mengenakan jaket merah. Tubuhnya sedikit membungkuk sambil memegangi tangan kirinya.

Di dekatnya berdiri seorang perempuan lain mengenakan gamis putih dan kerudung biru.

Perempuan muda itu terlihat kesakitan.

Namanya Adelia, mahasiswi semester empat di Universitas Negeri Surabaya.

Perjalanan mudiknya baru saja berubah menjadi kecelakaan.




Sepeda motor milik Adelia terparkir di tepi Jalan RA Basoeni, Sooko, Mojokerto, setelah mahasiswi Universitas Negeri Surabaya tersebut menjadi korban tabrak lari saat perjalanan mudik menuju Kediri, Jumat (13/3/2026).





Serempetan yang Mengubah Perjalanan

Beberapa menit sebelumnya, Adelia sedang mengendarai motor dari Surabaya menuju rumah orang tuanya di Kandangan, Pare, Kediri.

Motor Scoopy merah itu membawa beberapa tas berisi perbekalan mudik.

Ketika melintas di depan RSI Sakinah Mojokerto, sebuah motor dari arah belakang melaju terlalu dekat.

Serempetan terjadi.

Tidak keras.

Namun cukup membuat motor kehilangan keseimbangan.

Adelia jatuh tersungkur ke tepi jalan.

Ia sempat berteriak memanggil pengendara yang menyerempetnya.

Motor itu berhenti beberapa detik.

Pengendaranya, seorang laki-laki menoleh ke arah korban.

Namun bukannya membantu, ia memutar gas dan melaju meninggalkan lokasi.

Tabrak lari.


Penolong Pertama

Ketika saya tiba di lokasi, perempuan berbaju putih itu sudah lebih dulu berada di samping korban.

Dialah yang pertama kali menghampiri Adelia.

Perempuan itu mencoba menenangkan korban yang terlihat panik.

Adelia tampak kesakitan, tetapi masih berusaha memegang telepon genggamnya.

Ia menghubungi keluarganya di Kediri.

Sementara lalu lintas terus mengalir seperti biasa.

Tidak semua kendaraan berhenti.

Sebagian hanya melambat, melihat sekilas, lalu kembali melaju.

Saya kemudian membantu memindahkan motor korban ke parkiran rumah sakit yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari lokasi.

Korban kemudian dibawa menuju Instalasi Gawat Darurat.





Adelia menjalani perawatan di IGD RSI Sakinah Mojokerto setelah mengalami patah tulang pada engkel tangan kiri akibat kecelakaan tabrak lari di depan rumah sakit tersebut.




Di Ruang IGD

Beberapa menit kemudian, Adelia sudah berada di kursi perawatan di IGD RSI Sakinah Mojokerto.

Ia terlihat pucat.

Tangan kirinya mulai membengkak.

Dokter segera melakukan pemeriksaan awal sebelum membawa korban ke ruang rontgen.

Di sela pemeriksaan itu, Adelia terus berkomunikasi dengan keluarganya.

Beberapa waktu kemudian, ayahnya datang dari Surabaya.

Namanya Bambang Suprianto.

Ia baru saja tiba di tempat kerjanya di kawasan Kenjeran ketika telepon dari keluarganya datang.

Putrinya kecelakaan.

Tanpa banyak kata, ia langsung menuju Mojokerto.


Rencana Mudik yang Berubah

Hasil rontgen menunjukkan adanya patah tulang pada bagian engkel tangan kiri Adelia.

Operasi menjadi salah satu opsi medis.

Namun keluarga menghadapi kenyataan yang tidak mudah,  biaya pengobatan.

Setelah berdiskusi, mereka memutuskan membawa Adelia pulang ke Kediri.

Di daerah Kandangan, Pare, terdapat praktik pengobatan tradisional yang dikenal masyarakat sebagai sangkal putung, metode alternatif untuk menangani patah tulang.

Rencana mudik Adelia akhirnya tetap berlanjut.

Namun bukan lagi sebagai perjalanan pulang yang menyenangkan.

Melainkan perjalanan pulang untuk penyembuhan.


Jalan Raya dan Kepedulian

Kecelakaan kecil di tepi jalan Mojokerto itu mungkin akan cepat dilupakan oleh lalu lintas yang terus bergerak.

Namun peristiwa itu menyisakan satu ironi.

Pengendara yang menyebabkan kecelakaan memilih pergi.

Sementara pertolongan datang dari orang-orang yang bahkan tidak mengenal korban.

Seorang perempuan berbaju putih.

Seorang wartawan yang kebetulan lewat.

Dan beberapa warga yang akhirnya ikut membantu.

Di tengah arus mudik Ramadhan yang semakin padat, kisah kecil ini mengingatkan sesuatu yang sederhana.

Di jalan raya, keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan kendaraan.

Tetapi juga oleh keberanian untuk berhenti dan menolong.





Writer: DAMAR WIJAYA TUNGGA DEWA 
Editor: DJOSE 






Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode