RESES GUS MAKRUF DPRD KABUPATEN MOJOKERTO ASPIRASI MASYARAKAT DAPIL 3 : Lampu Jalan Padam, BPJS KIS, Lapangan Kerja Sulit ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

RESES GUS MAKRUF DPRD KABUPATEN MOJOKERTO ASPIRASI MASYARAKAT DAPIL 3 : Lampu Jalan Padam, BPJS KIS, Lapangan Kerja Sulit

-

Baca Juga


Gus Makruf & Kepala Sekwan DPRD Kabupaten Mojokerto 



Reses anggota DPRD Kabupaten Mojokerto menyuarakan kegelisahan masyarakat desa pekerjaan makin langka, lampu jalan banyak padam, dan masa depan anak muda yang kian tak pasti menjelang Idul Fitri.


Malam di sejumlah desa di Kabupaten Mojokerto terasa lebih gelap dari biasanya.

Lampu penerangan jalan umum (PJU) yang seharusnya menerangi ruas jalan desa justru banyak yang padam. Jalan-jalan yang biasanya menjadi jalur aktivitas masyarakat kini tenggelam dalam temaram.

Padahal Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata.

Kondisi itulah yang kemudian mencuat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PAN, Gus Makruf.

Reses yang digelar di daerah pemilihan meliputi wilayah Kecamatan Trowulan, Kecamatan Sooko, dan Kecamatan Puri itu menjadi ruang pertemuan antara wakil rakyat dan suara masyarakat.

Namun yang muncul bukan sekadar aspirasi administratif.

Yang terdengar adalah potret kegelisahan sosial masyarakat desa hari ini.




Gus Makruf Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Komisi I Fraksi PAN (pegang microphone)




Kesehatan yang Masih Membingungkan

Persoalan pertama yang paling banyak disampaikan warga adalah masalah kepesertaan BPJS Kesehatan.

Sebagian masyarakat mengaku kesulitan mengubah status kepesertaan dari BPJS mandiri ke BPJS yang ditanggung pemerintah daerah.

Proses administrasi yang tidak sederhana membuat warga sering kebingungan ketika harus mengurus pelayanan kesehatan.

Meski begitu, masyarakat juga mengakui adanya kebijakan yang cukup membantu dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Saat ini warga yang sakit cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis.

Bagi banyak keluarga miskin, kebijakan tersebut menjadi penyelamat ketika kondisi darurat datang.

Namun persoalan data kepesertaan masih sering menjadi hambatan.

“Kadang kami sudah tidak mampu bayar BPJS mandiri, tapi di sistem masih tercatat peserta mandiri.”
Warga peserta reses







Lapangan Kerja yang Semakin Langka

Namun aspirasi yang paling keras justru datang dari persoalan ekonomi.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa saat ini semakin banyak kepala keluarga kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bagi masyarakat desa, kehilangan pekerjaan bukan sekadar kehilangan penghasilan. Ia juga berdampak pada masa depan anak-anak mereka.

Tidak sedikit anak muda yang akhirnya tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan biaya.

Sebagian memilih bekerja serabutan. Sebagian lainnya bahkan menganggur.

“Yang kami butuhkan sekarang bukan bantuan sesaat, tapi lapangan pekerjaan.”

Harapan masyarakat itu disampaikan langsung kepada Gus Makruf sebagai wakil rakyat yang duduk di parlemen daerah.




Sapa Konstituen : Gus Makruf dan Warga 


Jalan Desa yang Kembali Gelap

Selain ekonomi dan kesehatan, persoalan lain yang cukup banyak disampaikan warga adalah lampu penerangan jalan yang padam.

Di beberapa titik di wilayah Trowulan, Sooko, dan Puri, lampu PJU tidak berfungsi dalam waktu cukup lama.

Menjelang Lebaran, aktivitas masyarakat di malam hari biasanya meningkat. Arus kendaraan bertambah, tradisi silaturahmi mulai berlangsung.

Namun sebagian jalan justru kembali gelap.

Bagi warga desa, penerangan jalan bukan hanya soal fasilitas. Ia adalah soal rasa aman.







Aspirasi Utama Warga Dapil 3 Mojokerto

1. Kepesertaan BPJS
Proses perubahan dari BPJS mandiri ke BPJS tanggungan Pemda masih membingungkan.

2. Lapangan Pekerjaan
Banyak warga kehilangan pekerjaan akibat PHK dan minimnya peluang kerja baru.

3. Lampu PJU Padam
Sejumlah jalan desa di Trowulan, Sooko, dan Puri gelap karena lampu penerangan tidak berfungsi.


Harapan dari Desa

Reses sebenarnya bukan sekadar agenda formal wakil rakyat.

Bagi masyarakat desa, forum itu adalah ruang harapan tempat mereka menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi sehari-hari.

Dari kesehatan, ekonomi, hingga penerangan jalan desa.

Kini semua kembali pada satu pertanyaan besar.

Apakah aspirasi itu akan benar-benar diperjuangkan dalam kebijakan daerah?

Ataukah hanya menjadi catatan dalam laporan reses tahunan?

Di tengah jalan desa yang gelap, masyarakat Mojokerto berharap satu hal sederhana

lampu jalan kembali menyala,
dan masa depan mereka tidak ikut padam.





Writer: DION
EDITOR: DJOSE 








Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode