Balita Mojokerto Dirujuk hingga Luar Negeri, Dugaan Penyakit Langka Mengemuka ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

Balita Mojokerto Dirujuk hingga Luar Negeri, Dugaan Penyakit Langka Mengemuka

-

Baca Juga


Balita usia 21 Bulan Asal Dlanggu Kabupaten Mojokerto Yang Dalam Pemeriksaan Hingga Luar Negeri.





Mojokerto, Jawa Timur — Seorang balita berusia 21 bulan di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, tengah menjalani penanganan intensif setelah mengalami gizi buruk disertai kondisi medis yang belum terdiagnosa secara pasti. Kasus ini menjadi perhatian karena tidak menunjukkan respons terhadap intervensi nutrisi standar dan memerlukan pemeriksaan lanjutan hingga ke luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, mengatakan pasien telah beberapa kali dirujuk ke
RSUD Dr. Soetomo. Namun hingga pemeriksaan ketiga, tim medis belum memperoleh diagnosis definitif.

“Awalnya diduga gizi buruk, kemudian mengarah ke alergi. Tetapi setelah pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis anak, kondisinya tidak sesederhana itu,” ujar Dyan.

Secara klinis, pasien menunjukkan gejala kulit mengelupas menyeluruh, kemerahan, serta berat badan jauh di bawah standar usianya. Temuan tersebut mendorong kecurigaan adanya penyakit penyerta yang lebih kompleks, termasuk kemungkinan kelainan genetik langka seperti
Netherton Syndrome, yang membutuhkan konfirmasi melalui uji genetik khusus.

Untuk memastikan diagnosis, sampel darah pasien telah dikirim ke luar negeri. Langkah ini diambil karena pemeriksaan genetik lanjutan belum tersedia secara luas di fasilitas kesehatan dalam negeri.

Dyan menambahkan bahwa kasus ini berbeda dari mayoritas kasus gizi buruk lainnya di Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan data dinas, terdapat 98 kasus gizi buruk yang sebagian besar dapat ditangani melalui intervensi nutrisi tanpa komplikasi penyakit penyerta.

“Untuk kasus ini, karena ada kondisi tambahan yang belum teridentifikasi, penanganannya membutuhkan pendekatan berbeda,” jelasnya.

Di sisi lain, keluarga pasien menghadapi beban biaya yang tidak sepenuhnya tercakup dalam skema jaminan kesehatan. Kebutuhan nutrisi khusus untuk pasien diperkirakan mencapai jutaan rupiah setiap bulan.

Sebagai bentuk dukungan,
BAZNAS
dijadwalkan Sabtu 11 April 2026 menyalurkan bantuan sebesar Rp 6 juta kepada keluarga pasien. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan awal selama proses diagnosis dan perawatan berlangsung.

Pengamat kesehatan anak menilai kasus ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem deteksi dini, terutama dalam membedakan antara gizi buruk akibat kekurangan asupan dan kondisi yang dipicu oleh penyakit dasar.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap pemeriksaan genetik di dalam negeri dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan penyakit langka, yang sering kali membutuhkan diagnosis berbasis teknologi tinggi.

Kasus ini kini menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari luar negeri untuk memastikan penyebab pasti kondisi pasien dan menentukan langkah terapi yang tepat.





Writer.   : Dion 

Editor.   : Djose 






Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode