“Wajah yang Membengkak, Harapan yang Tak Boleh Padam”. Ketika Seorang Ibu Melawan Tumor dan Diharapkan Negara Hadir
-Baca Juga
Di sebuah rumah sederhana di Dusun Bareng, Desa Talok, RT.004 RW. 004 Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, seorang ibu muda duduk menahan rasa sakit yang perlahan mengubah wajahnya.
Namanya Roma Fitriyah, 39 tahun.
Bagi sebagian orang, ia mungkin hanya perempuan biasa. Buruh pabrik tahu. Datang pagi, pulang petang, bekerja demi membantu ekonomi keluarga. Tidak ada kemewahan dalam hidupnya. Tidak ada jabatan. Tidak ada kekuasaan.
Tetapi di mata dua anaknya, Fitriyah adalah alasan rumah itu tetap hidup.
Kini perempuan itu sedang bertarung melawan penyakit tumor yang terus membesar di bagian wajahnya. Benjolan itu perlahan membuat aktivitasnya terganggu. Rasa sakit datang bukan hanya pada tubuhnya, tetapi juga menghantam kondisi ekonomi keluarga kecil tersebut.
Pengobatan demi pengobatan sudah dijalani di fasilitas kesehatan terdekat. Namun harapan sembuh belum juga datang.
Sementara dapur tetap harus mengepul.
Di titik itulah kehidupan rakyat kecil diuji. Ketika sakit datang, biaya pengobatan berubah menjadi beban yang menyesakkan. Penghasilan berhenti, tetapi kebutuhan hidup tetap berjalan.
Suaminya, Pariyanto, hanya bisa mendampingi sambil terus berharap ada jalan pertolongan bagi istrinya.
Hingga akhirnya kepedulian datang dari seorang aktivis lingkungan hidup Srikandi, Sumartik. Ia tidak tinggal diam melihat kondisi Fitriyah yang semakin memprihatinkan. Bantuan kemudian dimintakan kepada Gus Makruf, pendekar Pagar Nusa sekaligus anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.
Tanpa banyak bicara. Tanpa konferensi pers. Tanpa panggung pencitraan.
Fitriyah segera dibawa menuju RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap.
Kini Fitriyah menjalani pemeriksaan intensif sambil menunggu proses operasi.
Namun perjuangan keluarga kecil itu belum selesai.
Karena bagi rakyat kecil, sakit bukan sekadar urusan rumah sakit.
Ada ongkos perjalanan. Ada kebutuhan makan harian. Ada biaya pendamping keluarga. Ada pekerjaan yang terpaksa ditinggalkan. Ada kecemasan anak-anak yang melihat ibunya perlahan melemah.
Dan di tengah semua itu, Fitriyah tetap berusaha tegar.
Tatap matanya seperti menyimpan satu harapan sederhana, ingin sembuh... dan kembali menjadi ibu bagi anak-anaknya.
Di sinilah negara dan pemerintah daerah seharusnya hadir.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, maupun BAZNAS dapat turun langsung melihat kondisi Fitriyah dan memberikan bantuan kemanusiaan yang nyata.
Karena ukuran kemajuan daerah bukan hanya gedung megah, proyek besar, atau angka investasi yang dipamerkan di atas podium.
Tetapi seberapa cepat pemerintah hadir ketika rakyat kecil sedang menahan sakit dan berharap pertolongan.
Sebab di balik wajah yang kini membengkak karena penyakit itu, ada seorang ibu yang masih ingin bertahan hidup.
Nomor : 001/DI-HI/V/2026
Perihal : Permohonan Perhatian dan Bantuan Kemanusiaan
Kepada Yth.
Bupati Mojokerto
di
Tempat
Dengan hormat,
Melalui surat ini kami menyampaikan kondisi salah satu warga Kabupaten Mojokerto yang saat ini membutuhkan perhatian dan bantuan kemanusiaan.
Nama : Roma Fitriyah
Usia : 39 Tahun
Alamat : Dusun Bareng, Desa Talok, RT 004 RW. 004 Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.
Yang bersangkutan dugaan sementara diketahui menderita penyakit tumor pada bagian wajah dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan medis lanjutan di RSUD Dr. Soetomo.
Kondisi ekonomi keluarga tergolong sederhana. Sehari-hari ibu Roma Fitriyah bekerja sebagai buruh pabrik tahu, sedangkan keluarga juga harus memikirkan kebutuhan biaya hidup harian selama proses pengobatan berlangsung.
Untuk itu kami memohon dengan hormat kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, maupun BAZNAS agar dapat memberikan perhatian, pendampingan, serta bantuan kemanusiaan guna meringankan beban keluarga yang bersangkutan.
Harapan kami, pemerintah daerah dapat hadir membantu warga yang sedang berjuang melawan penyakit dan keterbatasan ekonomi.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kepeduliannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Hamba Allah / aktivis kemanusiaan
Writer : Dara jingga
Editor. : Damar Wijaya
