PAGAR NUSA PERKUAT BARISAN JELANG MUKTAMAR NU KE-35 DAN PELANTIKAN PENGURUS SERTA KEPRIHATINAN MERAJALELANYA MIRAS MENGUAT ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

PAGAR NUSA PERKUAT BARISAN JELANG MUKTAMAR NU KE-35 DAN PELANTIKAN PENGURUS SERTA KEPRIHATINAN MERAJALELANYA MIRAS MENGUAT

-

Baca Juga


KONSOLIDASI: Pimpinan Cabang Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Mojokerto,Gus Makruf & Pimpinan Cabang Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Jombang 




MOJOKERTO , 26 Juli 2026 – Kurang beberapa hitungan hari menjelang dua momen bersejarah yang berhimpitan. Pelantikan Pengurus Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto dan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang (27–31 Agustus 2026), jajaran pimpinan perguruan melangsungkan konsolidasi menyeluruh. Mulai dari tingkat kabupaten, wilayah, hingga pusat, langkah diselaraskan seirama kuda-kuda pendekar yang tak tergoyahkan.

Gus Makruf, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Mojokerto, mengakui beban yang dipikul seluruh elemen organisasi terasa berat, namun dijalankan dengan ikhlas. “Ini momen yang sangat berkesan sekaligus menguras tenaga sepenuhnya. Namun kami yakin, segala lelah ini akan terbayar lunas manakala pelantikan berjalan khidmat, dan Muktamar berlangsung sukses serta lancar jaya,”  tegasnya seusai rapat koordinasi di Kantor PCNU Mojokerto.

Agenda “Gemblengan Fisik dan Mental” yang digelar serentak menjadi bukti nyata kesiapan menjaga amanah mengawal acara yang akan dihadiri Presiden, pejabat negara, serta ratusan ulama sepuh se-Nusantara.

 

NODA YANG MENGKHIANATI HARAPAN

Di tengah riuh persiapan yang penuh harap, muncul kekhawatiran mendalam yang tak bisa dibiarkan membusuk, maraknya peredaran minuman keras tanpa izin yang melanggar Peraturan Daerah di wilayah Mojokerto. Fakta di lapangan mencatat akses terhadap barang haram itu kini sedemikian mudahnya, hingga anak-anak usia sekolah dapat membelinya seolah membeli jajanan pinggir jalan.

Gus Makruf tak membiarkan hal ini berlarut-larut. “Jika Pemda dan Satpol PP belum bergerak tegas, maka kami yang akan melangkah. Jika perlu, kami lakukan penyisiran (SWEEPING) sendiri. Generasi penerus adalah amanah, bukan sasaran kerusakan yang dibiarkan berjalan tanpa kendali,” tegasnya dengan sorot mata yang tak terbantahkan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Khoirul Amin, menyatakan isu ini kini menjadi prioritas pembahasan. “Kami terus mempererat koordinasi bersama Sekretaris Daerah Teguh Gunarko guna merumuskan langkah penertiban yang menyentuh akar masalah,” ujarnya.

Namun Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Taufiqurrahman, menyuarakan kenyataan yang pahit namun harus diketahui bersama. “Bulan Mei lalu, tepatnya dua bulan silam, kami telah mengumpulkan 24 pemilik toko penjual miras di lingkungan Pemkab. Namun hingga kini belum ada arahan tindak lanjut yang gamblang. Pasca-pertemuan itu, pengawasan justru meredup. Padahal laporan masyarakat terus mengalir, anak sekolah membelinya tanpa rasa takut.”

Ia menambahkan dengan nada yang dalam, “Pernyataan seringkali berhenti pada kata-kata. Baik dari DPRD maupun Pemkab. Berdalih menjaga investasi, namun jika generasi penerus rusak binasa, apalah artinya angka pertumbuhan ekonomi? Apakah gedung tinggi dapat menggantikan akhlak yang hilang?”

Kekhawatiran ini makin terasa mendesak seiring mendekatnya Muktamar. “Jika para Kiai sepuh mengetahui fakta ini, betapa ternodainya wibawa organisasi umat terbesar di negeri ini. Kita menyambut tamu agung, namun membiarkan duri tumbuh subur di halaman sendiri,” tandasnya.

 



SATU TEKAD, SATU LANGKAH

Hingga berita ini disusun, jalinan kerja sama antar-Pagar Nusa Mojokerto dan Jombang kian dipererat. Baik dalam hal pengamanan maupun upaya menjaga tatanan moral masyarakat, semangat kebersamaan ditegakkan setinggi-tingginya.

Seluruh pihak berharap, keteguhan hati dan langkah nyata yang disatukan akan melahirkan hasil yang membanggakan, Muktamar yang aman, tertib, dan bermartabat. kepengurusan baru Pagar Nusa yang makin kokoh berbakti, serta lingkungan yang terjaga dari segala hal yang merusak masa depan bersama.




Writer : Pamugas Bhayaraja 

Editor: Sastra Jendra Hayuningrat 




Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode