GUS MAKRUF DI TENGAH DENYUT MUKTAMAR NU Dari Pagar Nusa, Parlemen, hingga Panggung UMKM PAN Jawa Timur ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

GUS MAKRUF DI TENGAH DENYUT MUKTAMAR NU Dari Pagar Nusa, Parlemen, hingga Panggung UMKM PAN Jawa Timur

-

Baca Juga


GUS MAKRUF POLITISI PARPOL PAN . ANGGOTA DPRD KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR. KETUA PAGAR NUSA KABUPATEN MOJOKERTO 


SEKERTARIS DPW PAN JATIM, HUSNUL AQIB DI PAMERAN UMKM MUKTAMAR NU KE 35 



Di tengah hiruk-pikuk Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, kehadiran Gus Makruf bukan sekadar menjadi bagian dari keramaian. Mendampingi Sekertaris DPW PAN Jawa Timur di arena pameran UMKM, ia membaca Muktamar dari sisi yang berbeda, sebagai ruang silaturahmi, ekonomi masyarakat dan perjumpaan gagasan.

Tambakberas siang itu tidak hanya dipenuhi peserta Muktamar.

Di antara lalu-lalang Nahdliyin, deretan stan pameran dan bazar menjadi denyut lain dari perhelatan besar Nahdlatul Ulama tersebut.

Produk UMKM dipajang.

Orang-orang berinteraksi.

Pengunjung datang dan pergi.

Ada transaksi, ada percakapan, ada perjumpaan.

Di salah satu sudut arena itu, Gus Makruf hadir mendampingi Sekertaris DPW PAN Jawa Timur.

Kehadirannya membawa warna tersendiri.

Bukan sebagai peserta sidang.

Bukan pula sekadar pengunjung yang datang melihat kemeriahan Muktamar.

Ia berada di ruang pameran, melihat dari dekat bagaimana UMKM ditempatkan sebagai bagian dari wajah ekonomi sebuah perhelatan besar.





MEMBACA MUKTAMAR DARI SISI EKONOMI

Bagi Gus Makruf, Muktamar NU ke-35 tidak berhenti pada agenda organisasi.

Ada ribuan orang yang datang.

Ada kebutuhan yang harus dipenuhi.

Ada masyarakat yang membuka usaha.

Ada produk lokal yang menemukan konsumen baru.

Ada peluang ekonomi yang tumbuh dari mobilitas manusia.

Karena itu, pameran UMKM menjadi bagian yang menarik untuk diperhatikan.

Di sinilah Gus Makruf tampak mengambil posisi sebagai penghubung antara ruang politik, masyarakat dan ekonomi kerakyatan.

Sebagai Ketua Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto sekaligus anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PAN, ruang geraknya memang berada di dua dunia yang saling bersinggungan,

masyarakat dan kebijakan.

Di lapangan, ia berhadapan dengan kebutuhan masyarakat.

Di parlemen, kebutuhan itu semestinya diterjemahkan menjadi kebijakan.





KETIKA POLITIK BERTEMU UMKM

Ada perspektif menarik dari kehadiran seorang politisi di arena UMKM.

Politik tidak selalu harus hadir dalam bentuk pidato.

Kadang politik hadir ketika seorang wakil rakyat berhenti di depan produk masyarakat, bertanya, mendengarkan, kemudian melihat bagaimana produk itu bisa berkembang.

Di tengah Muktamar, Gus Makruf memilih berada di ruang seperti itu.

Bersama Ketua DPW PAN Jawa Timur, ia menyambangi pameran UMKM PAN.

Di sana, perhatian kemudian tertuju pada sebuah konsep pertanian yang tampil sederhana namun mengandung pesan besar, tanaman padi yang dibudidayakan dalam ruang terbatas.

Bukan sekadar dekorasi.

Ada gagasan tentang pemanfaatan ruang, produksi pangan dan ketahanan pangan masyarakat.

Gus Makruf melihatnya sebagai bagian dari percakapan yang lebih besar tentang ekonomi rakyat.


DARI PANGGUNG BESAR KE RUANG KECIL

Ada paradoks menarik di Tambakberas.

Muktamar adalah panggung besar.

Pembahasannya menyangkut organisasi dengan jaringan luas, dari tingkat nasional hingga internasional.

Namun di luar ruang sidang, persoalan masyarakat sering kali justru terlihat dalam bentuk yang sangat sederhana.

Satu stan.

Satu produk.

Satu pelaku UMKM.

Satu tanaman.

Satu gagasan.

Gus Makruf hadir di ruang itu.

Menyaksikan bagaimana sebuah pameran dapat menjadi medium untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan masyarakat.

Dan di sinilah profilnya menjadi menarik.

Bukan semata karena jabatan yang melekat.

Tetapi karena bagaimana ia memilih membaca sebuah peristiwa besar melalui detail-detail kecil di lapangan.


PAGAR NUSA, PARLEMEN DAN RUANG MASYARAKAT

Latar Gus Makruf di Pagar Nusa memberikan dimensi lain dalam perjalanan sosialnya.

Pagar Nusa bukan hanya organisasi pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Di dalamnya terdapat tradisi kaderisasi, kebersamaan, disiplin dan pengabdian.

Ketika kemudian ia menjalankan fungsi politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, ruang pengabdiannya memasuki wilayah yang berbeda.

Dari arena organisasi menuju ruang kebijakan.

Dari pembinaan kader menuju representasi politik.

Dan kini, di Tambakberas, ketiga dunia itu seperti bertemu.

NU, masyarakat dan politik.

Bukan dalam bentuk perdebatan.

Tetapi dalam sebuah perjumpaan sosial.


MUKTAMAR SEBAGAI RUANG SILATURAHMI

Kehadiran Gus Makruf di arena Muktamar juga dapat dibaca sebagai bentuk silaturahmi politik-kultural.

PAN dan NU memiliki sejarah panjang interaksi sosial-politik di Indonesia.

Namun dalam konteks Tambakberas, yang lebih penting justru bukan simbol politiknya.

Yang terlihat adalah bagaimana sebuah forum keagamaan dan organisasi masyarakat menjadi ruang bertemunya banyak kepentingan masyarakat.

UMKM hadir.

Pelaku ekonomi hadir.

Politisi hadir.

Peserta Muktamar hadir.

Masyarakat sekitar hadir.

Semua berada dalam satu lanskap.

Dan di sanalah komunikasi sosial berlangsung secara alamiah.


MELIHAT UMKM BUKAN SEKADAR BAZAR

Bagi seorang anggota legislatif, pameran UMKM seharusnya tidak berhenti pada persoalan jual-beli.

Di balik sebuah produk terdapat persoalan yang lebih panjang,

modal.

produksi.

bahan baku.

pemasaran.

kemasan.

akses pasar.

digitalisasi.

perizinan.

Dan pada akhirnya,

daya tahan usaha.

Jika Muktamar menghadirkan ribuan calon konsumen dalam satu kawasan, maka event sebesar itu juga dapat menjadi laboratorium kecil bagi UMKM.

Produk diuji.

Pasar bertemu.

Respons konsumen terlihat.

Dan pelaku usaha mendapatkan pengalaman.

Gus Makruf berada di tengah dinamika tersebut.



GUS MAKRUF

Ketua Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Fraksi PAN

MOMEN MUKTAMAR

Mendampingi Ketua DPW PAN Jawa Timur dalam kunjungan ke pameran UMKM Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.

FOKUS YANG TERLIHAT

UMKM, ekonomi masyarakat, ketahanan pangan dan interaksi sosial di sekitar perhelatan Muktamar.

SIGNIFIKANSI

Kehadiran di arena pameran memperlihatkan bagaimana seorang kader organisasi sekaligus legislator dapat membaca Muktamar tidak hanya sebagai forum organisasi, tetapi juga sebagai ruang ekonomi dan sosial masyarakat.

Yang menarik dari sosok Gus Makruf bukan sekadar di mana ia berdiri.

Tetapi apa yang ia lihat ketika berada di sana.

Di arena Muktamar, ia tidak hanya berhadapan dengan simbol organisasi.

Ia berhadapan dengan masyarakat.

Dengan produk.

Dengan UMKM.

Dengan gagasan ketahanan pangan.

Dengan denyut ekonomi yang muncul karena sebuah peristiwa besar.

Bagi seorang politisi, semua itu sesungguhnya adalah data sosial.

Karena politik yang hanya mendengar suara di ruang rapat akan kehilangan sebagian realitas.

Sebaliknya, politik yang mau turun melihat aktivitas masyarakat memiliki kesempatan lebih besar memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Muktamar hanya berlangsung beberapa hari.

Stan pameran suatu ketika akan dibongkar.

Para peserta akan pulang.

Pedagang akan kembali ke tempat usahanya.

Namun perjumpaan yang terjadi selama Muktamar meninggalkan sesuatu yang lebih panjang, jaringan, pengalaman dan gagasan.

Di tengah semua itu, Gus Makruf memilih hadir.

Mendampingi Ketua DPW PAN Jawa Timur.

Berjalan di antara stan UMKM.

Melihat produk masyarakat.

Menyimak gagasan ketahanan pangan.

Dan menjadi bagian dari suasana Tambakberas yang sedang menulis sejarahnya sendiri.

Barangkali di situlah profil seorang politisi dibaca bukan dari seberapa sering ia berbicara di panggung.

Tetapi dari seberapa dekat ia bersedia berdiri dengan kehidupan masyarakat.

Dari Pagar Nusa ke parlemen.
Dari organisasi ke kebijakan.
Dari ruang politik ke UMKM.

Di Tambakberas, Gus Makruf sedang memperlihatkan satu wajah lain dari politik.

Politik yang datang bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk melihat




Writer : Dara Jingga 

Editor : George Washington 





Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode