Ketika Muktamar NU Ke-35 Menggerakkan Ekonomi Rakyat, Menyatukan Bangsa, dan Menulis Arah Baru Indonesia
Oleh Tim Investigasi DETAK INSPIRATIF
Fajar bahkan belum sempurna menyentuh langit Jombang Jawa Timur. Embun masih menggantung di pucuk-pucuk padi yang mengelilingi kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Namun suasana di dalam kompleks pesantren telah berubah. Suara palu bertalu-talu memecah keheningan. Para pekerja merapikan panggung utama. Relawan mengangkat kursi, membentangkan kabel, memasang penunjuk arah, dan menyiapkan ruang-ruang sidang yang dalam hitungan pekan akan menjadi tempat lahirnya keputusan-keputusan penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Di sudut lain, ibu-ibu menata bahan makanan untuk dapur umum. Pedagang mulai menambah stok. Pemilik rumah membersihkan kamar yang akan disewakan. Sopir angkutan memperkirakan lonjakan penumpang. Para santri sibuk menjadi relawan, sementara aparat keamanan memetakan titik-titik pengamanan.
Tambakberas tidak sekadar bersiap menjadi tuan rumah.
Tambakberas sedang bersiap menjadi episentrum peradaban Nahdlatul Ulama.
Selama lima hari, 27–31 Agustus 2026, ribuan peserta dari berbagai penjuru Nusantara akan berkumpul dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Mereka datang membawa mandat organisasi, gagasan keagamaan, harapan umat, dan pandangan tentang masa depan Indonesia.
Namun, di balik agenda resmi itu, ada cerita lain yang jarang menjadi tajuk utama.
Cerita tentang rakyat kecil yang berharap dagangannya laris.
Tentang warung kopi yang akan dipenuhi tamu dari berbagai daerah.
Tentang pengusaha katering yang menerima pesanan dalam jumlah besar.
Tentang tukang parkir, sopir angkutan, pelaku UMKM, hingga pemilik rumah yang memperoleh tambahan penghasilan.
Bagi mereka, Muktamar bukan sekadar forum organisasi.
Ia adalah denyut ekonomi.
Ia adalah berkah.
MUKTAMAR NU KE-35 DALAM ANGKA
Tema Muktamar Bergembira dan Berkah
Pelaksanaan 27–31 Agustus 2026
Lokasi Utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang
Venue Pembukaan Lapangan Untung Surapati
Registrasi MTs Bahrul Ulum
Zona Kegiatan 18 titik utama
Fasilitas Pendukung:
Sidang Pleno
Bahtsul Masail
Komisi
Media Center
Posko Kesehatan
Dapur Umum
Penginapan
PESANTREN YANG BERUBAH MENJADI KOTA
Jika dilihat dari udara, kawasan Tambakberas selama Muktamar akan menyerupai sebuah kota kecil yang hidup selama dua puluh empat jam.
Di dalamnya terdapat pusat administrasi, ruang legislasi organisasi, pusat pelayanan kesehatan, pusat informasi media, kawasan logistik, dapur umum, hingga jaringan penginapan yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan.
Site plan yang dirilis Panitia Lokal bukan sekadar peta lokasi. Ia merupakan cetak biru operasional sebuah perhelatan nasional yang melibatkan ribuan orang dengan aktivitas yang berlangsung serentak di banyak titik.
Registrasi dipusatkan di MTs Bahrul Ulum. Sidang pleno dan program berlangsung di kawasan Gedung Serbaguna. Bahtsul Masail terbagi ke beberapa lokasi sesuai bidang pembahasan. Media Center ditempatkan di Aula Yayasan, sementara Posko Kesehatan dan Dapur Umum disiapkan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh layanan yang memadai.
Model penyelenggaraan seperti ini menunjukkan bahwa pesantren tidak lagi dipandang semata sebagai ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi pusat manajemen kegiatan berskala nasional dengan tata kelola yang terstruktur.
18 TITIK STRATEGIS MUKTAMAR
① Registrasi – MTs Bahrul Ulum
② Pembukaan – Lapangan Untung Surapati
③ Komisi Organisasi – GSG
④ Sidang Pleno – Halaman GSG
⑤ Komisi Rekomendasi – UNWAHA
⑥ Bahtsul Masail Waqi'iyah – Ma'had Aly
⑦ Bahtsul Masail Qanuniyah – Fatah Hasyim
⑧ Bahtsul Masail Maudhu'iyah – MAN 3
⑨ Media Center – Aula Yayasan
⑩–⑯ Penginapan Peserta
⑰ Posko Kesehatan – STIKES Bahrul Ulum
⑱ Dapur Umum – Kampus MMA
BERKAH YANG MENGALIR KE RUMAH-RUMAH WARGA
Setiap Muktamar selalu menghadirkan dinamika organisasi. Namun bagi masyarakat Tambakberas, denyut yang paling cepat terasa justru berasal dari roda ekonomi.
Warung makan mulai memperpanjang jam operasional. Pedagang sembako meningkatkan stok. Pemilik rumah membuka kamar untuk disewakan. Usaha laundry bersiap menerima lonjakan cucian. Bengkel kendaraan memperkirakan peningkatan pelanggan. Pelaku UMKM menyiapkan produk terbaik mereka untuk dipasarkan kepada tamu dari berbagai daerah.
Inilah multiplier effect yang sering kali luput dari sorotan.
Sebuah forum organisasi ternyata mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui aktivitas konsumsi, jasa, transportasi, akomodasi, hingga perdagangan lokal.
Pertanyaan yang kemudian layak diajukan bukan hanya seberapa sukses Muktamar diselenggarakan, melainkan juga sejauh mana manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
SEKTOR YANG DIPREDIKSI PALING TERDAMPAK
UMKM Kuliner
Warung Kopi
Hotel dan Homestay
Rumah Kontrakan
Transportasi Lokal
Ojek Online
Percetakan
Laundry
Toko Oleh-oleh
Pedagang Kaki Lima
Jasa Parkir
Penyedia Logistik
ROAD TO MUKTAMAR
Juli 2026, Konsolidasi PBNU, PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang, Panitia Lokal, dan pemerintah daerah.
28 Juli 2026, Site plan kawasan Muktamar diumumkan kepada publik.
Awal Agustus 2026, Finalisasi venue, logistik, penginapan, kesehatan, dan media center.
27 Agustus 2026, Pembukaan Muktamar.
28–30 Agustus 2026, Sidang pleno, komisi, dan Bahtsul Masail.
31 Agustus 2026, Penutupan dan penetapan hasil Muktamar.
BERSAMBUNG…
Bagian II akan mengupas lebih dalam "Pertaruhan Besar Muktamar NU. Antara Konsolidasi Organisasi, Kepemimpinan Nasional, dan Dampaknya terhadap Politik Kebangsaan", dilengkapi investigasi kesiapan logistik, keamanan, pengelolaan anggaran, serta akurasi data yang lebih kuat.