Teknisi SPPG Medali Puri Meninggal Setelah Tujuh Hari Dirawat akibat Ledakan
-Baca Juga
MOJOKERTO, Jawa Timur — Edi Suyanto, 55, teknisi PT Energi Alam Utama yang menjadi korban ledakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, meninggal dunia pada Kamis (20/8/2026) pagi setelah menjalani perawatan selama tujuh hari di RSUD dr. Soetomo, Surabaya.
Edi, warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, mengalami luka bakar sekitar 90 persen dalam ledakan dan kebakaran di dapur SPPG Medali pada Kamis malam (13/8/2026).
Jenazah Edi dipulangkan ke rumah duka di Kalijaring. Setelah tiba, jenazah dibawa ke masjid untuk disalatkan sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman umum di Dusun Kalijaring.
Kematian Edi menjadi perkembangan terbaru dalam kecelakaan kerja di fasilitas pengolahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ketika tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama sedang memperbaiki instalasi gas elpiji di area dapur.
Sebelum kejadian, gas yang baru selesai diisi dilaporkan tidak keluar sehingga dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Ledakan kemudian disusul kebakaran yang menyebabkan atap empat ruangan ambruk, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor dan ruang rapat.
Sebanyak lima orang menjadi korban. Tiga di antaranya merupakan teknisi gas, yakni Edi Suyanto, Piter, 36, warga Porong, Sidoarjo, dan Kwin Lan, 48, warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto.
Dua korban lainnya merupakan pekerja SPPG, Robiatul Adawiyah, 33, dan Maulin Nikmah, 35, warga Desa Medali. Keduanya mengalami cedera setelah tertimpa bagian plafon bangunan.
Piter dan Kwin Lan mengalami luka bakar serius dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara Edi yang mengalami luka bakar sekitar 90 persen kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.
SPPG Dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group
SPPG Mojokerto Puri Medali berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, dan dikelola oleh Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group. Sejumlah pemberitaan menyebut fasilitas tersebut milik atau dikelola Erista Widya Kristanti, 38, warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Dalam operasionalnya, SPPG tersebut menyiapkan sekitar 3.700 porsi makanan setiap hari untuk program MBG.
Geroldy Larung Kondo disebut sebagai Kepala SPPG. Setelah ledakan dan kebakaran, operasional SPPG dihentikan sementara.
Besarnya kapasitas produksi membuat insiden tersebut tidak hanya berdampak terhadap pekerja, tetapi juga terhadap keberlangsungan pelayanan makanan bergizi bagi penerima manfaat MBG.
Ledakan juga berdampak kepada lingkungan sekitar. Getaran akibat dentuman dirasakan warga yang tinggal di sekitar SPPG. Salah satu rumah warga dilaporkan berjarak kurang dari 20 meter dari lokasi kejadian.
Penyebab Masih Diselidiki
Tim Laboratorium Forensik dan Inafis Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas mengamankan sejumlah material dari lokasi, termasuk potongan pipa, alas kaki korban dan sisa tabung gas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab ledakan, termasuk kondisi instalasi gas dan titik awal kejadian.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin sebelumnya mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan dan menyerahkan penyelidikan kepada kepolisian.
Dengan meninggalnya Edi Suyanto, kecelakaan di SPPG Medali kini menimbulkan satu korban jiwa.
Peristiwa tersebut sekaligus menempatkan aspek keselamatan kerja, keamanan instalasi gas dan tata kelola operasional SPPG sebagai bagian penting dari penyelidikan.
Bagi keluarga Edi, tujuh hari perawatan berakhir pada Kamis pagi.
Jenazahnya kemudian kembali ke Kalijaring tempat ia tinggal untuk dimakamkan.
Writer : Dion
Editor: Djose
