TPA BELAHAN TENGAH TERBAKAR, DLH SOROTI URGENSI HIDRAN ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

TPA BELAHAN TENGAH TERBAKAR, DLH SOROTI URGENSI HIDRAN

-

Baca Juga








MOJOKERTO — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, selama dua hari terakhir menjadi pengingat keras tentang pentingnya sarana dan prasarana pemadaman kebakaran di kawasan persampahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Rahmat Hariyono, mengungkapkan, sehari sebelum kebakaran terjadi, pihaknya telah menyampaikan kebutuhan sarana prasarana berupa hidran untuk lokasi TPA, baik yang aktif maupun nonaktif, dalam forum pembahasan bersama TAPD Eksekutif Pemkab Mojokerto.

Menurut Rahmat, keberadaan sumber air untuk pemadaman merupakan kebutuhan yang bersifat mendesak. Terlebih, posisi TPA Belahan Tengah relatif jauh dari sumber air.

“Kasus kebakaran di TPA Belahan Tengah ini menjadi pengingat. Kebutuhan air untuk pemadaman sangat penting,” kata Rahmat, Minggu (27/9/2026) tengah malam.





Persoalan sumber air tersebut, kata dia, menjadi salah satu tantangan ketika terjadi kebakaran di kawasan TPA.

Dalam penanganan kebakaran Belahan Tengah, petugas pemadam kebakaran mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai BPBD, petugas PMK, relawan hingga bantuan dari sejumlah perusahaan di sekitar lokasi.

Namun, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketersediaan sarana pemadaman permanen di dalam kawasan TPA menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipandang sebagai fasilitas pelengkap.

Rahmat menjelaskan, karakter kebakaran di kawasan persampahan berbeda dengan kebakaran pada umumnya. Api dapat menjalar dan bertahan di dalam timbunan sampah sehingga membutuhkan pasokan air dan proses pemadaman yang tidak sederhana.

Lebih jauh, DLH juga menyoroti dampak kebakaran TPA terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Asap dari pembakaran timbunan sampah, menurut Rahmat, berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat apabila berlangsung lama dan tidak segera dikendalikan.

Karena itu, DLH berharap persoalan sarana dan prasarana pemadaman di kawasan TPA menjadi perhatian langsung kepala daerah.

“Ini kebutuhan yang urgensinya harus dipikirkan,” ujarnya.

Bagi DLH, pembangunan sarana hidran tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika api sudah muncul. Sarana tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan dan mitigasi risiko kebakaran di kawasan pengelolaan sampah.

Kebakaran Belahan Tengah pun menyisakan satu pelajaran penting, ketika sumber air berada jauh dari lokasi kejadian, setiap menit dalam proses pemadaman menjadi sangat berharga.

Dan di balik asap yang mengepul dari timbunan sampah, ada persoalan yang jauh lebih besar untuk dijawab pemerintah daerah, seberapa siap infrastruktur keselamatan TPA menghadapi kebakaran berikutnya?




Writer : Arthur Smith 

Editor : George Clooney 


Mungkin Juga Menarik × − +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode