KAPOLRES BERGANTI, PEKERJAAN RUMAH MENANTI
-Baca Juga
Galian C Ilegal, Narkoba hingga Curanmor Jadi Ujian Penegakan Hukum di Bumi Majapahit
MOJOKERTO — Pergantian pucuk pimpinan di Polres Mojokerto membuka harapan baru bagi masyarakat Bumi Majapahit. AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., yang resmi menggantikan AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata pada 29 September 2026, kini menghadapi tantangan untuk memastikan keamanan dan penegakan hukum berjalan nyata di tengah masyarakat.
Sejumlah persoalan membutuhkan perhatian serius, mulai dari aktivitas pertambangan galian C tanpa izin aktif, peredaran narkoba dan minuman keras, hingga keresahan masyarakat terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor serta gangguan keamanan yang melibatkan kelompok remaja.
Di antara persoalan tersebut, aktivitas galian C ilegal memiliki catatan yang perlu ditindaklanjuti. Tim Terpadu Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Kabupaten Mojokerto menemukan 26 titik tambang tanpa izin aktif pada April 2026. Jumlah itu kemudian dilaporkan mencapai 28 titik dalam laporan Satgas MBLB Mei 2026.
Penanganan tambang ilegal bukan semata persoalan administrasi perizinan. Di dalamnya terdapat kepentingan penegakan hukum, perlindungan lingkungan, kepastian usaha, serta potensi kehilangan pendapatan daerah. Karena itu, tindak lanjut penertiban menjadi salah satu ukuran penting untuk melihat efektivitas koordinasi antar lembaga.
Di sektor keamanan, peredaran narkoba, minuman keras, pencurian kendaraan bermotor, dan gangguan ketertiban juga memerlukan penanganan yang terukur. Namun, tingkat kerawanan masing-masing persoalan perlu dilihat melalui data resmi kepolisian, laporan kejadian, pengungkapan perkara, dan perkembangan penyidikan.
Bagi Kapolres baru, tantangannya bukan hanya membangun komunikasi dengan tokoh agama dan elemen masyarakat. Ukuran keberhasilan juga terletak pada kemampuan menerjemahkan komunikasi tersebut menjadi langkah pencegahan, penindakan yang profesional, serta pelayanan kepolisian yang dapat diakses masyarakat.
Pergantian jabatan pada akhirnya bukan sekadar pergantian nama di pucuk komando. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa laporan ditindaklanjuti, pelaku kejahatan diproses sesuai hukum, dan persoalan yang berulang tidak berhenti pada pendataan atau pernyataan komitmen.
Di Bumi Majapahit, harapan terhadap Kapolres AKBP Raden Erik kini bertemu dengan pekerjaan rumah yang konkret, menghadirkan penegakan hukum yang konsisten, transparan, dan bisa diukur hasilnya.
Momen ini juga mempertegas tagline terbaru, yakni "Polisi Bersama Masyarakat".
PUISI: Negeri Haha Hihi
Oleh KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Bukan karena banyaknya grup lawak, maka negriku selalu kocak
Justru grup-grup lawak hanya mengganggu dan banyak yang bikin muak
Negriku lucu, dan para pemimpinnya suka mengocok perut
Banyak yang terus pamer kebodohan dengan keangkuhan yang menggelikan
Banyak yang terus pamer keberanian dengan kebodohan yang mengharukan
Banyak yang terus pamer kekerdilan dengan teriakan memilukan
Banyak yang terus pamer kepengecutan dengan lagak yang memuakkan
Hahaha penegak keadilan jalannya miring
Penuntut keadilan kepalanya pusing
Hakim main mata dengan maling
Wakil rakyat baunya pesing hihihihi
Kalian jual janji-janji untuk menebus kepentingan sendiri
Kalian hafal pepatah produktif
Untuk mengelabui mereka yang tertindih
Pepatah petitih
Hahaha Anjing menggonggong kafilah berlalu, sambil menggonggong kalian terus berlalu hahaha
Ada udang dibalik batu
Udang kepalanya batu hahaha
Sekali dayung 2 pulau terlampaui
Sekali untung 2 pulau terbeli hahaha
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang
Kalian mati meninggalkan hutang hahaha
Hujan emas dinegri orang, hujan batu dinegri sendiri,
Lebih baik, yook hujan-hujanan caci maki.
Writer : Foster Sterling
Editor : George Smith
