PULUHAN SISWA SMPN 1 MOJOANYAR MUAL DAN MUNTAH USAI SANTAP MBG ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

PULUHAN SISWA SMPN 1 MOJOANYAR MUAL DAN MUNTAH USAI SANTAP MBG

-

Baca Juga





Dinkes Ambil Sampel Makanan, Penyebab Keluhan Siswa Masih Didalami

MOJOKERTO — Puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Selasa (6/10/2026). Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, lemas hingga diare.

Makanan yang dikonsumsi siswa pada Selasa tersebut diproduksi SPPG Jabon Mojoanyar. Berdasarkan foto lembar menu yang diperoleh dari orang tua siswa, paket MBG bertanggal 6 Oktober 2026 itu berisi nasi, sate ayam, bumbu sate, salad serta buah.




Informasi yang dihimpun menyebutkan makanan tersebut dibagikan kepada siswa sekitar waktu menjelang siang. Sejumlah siswa kemudian mengalami keluhan kesehatan, sebagian pada Selasa dan berlanjut hingga Rabu (7/10/2026).

Siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis, di antaranya di Puskesmas Gayaman.

Jumlah siswa yang mengalami gejala masih berbeda dalam sejumlah laporan. Ada yang menyebut sekitar 40 siswa, sementara laporan lain mencatat 44 siswa mengalami keluhan dengan sebagian di antaranya mendapat penanganan di fasilitas kesehatan. Karena pendataan masih berjalan, jumlah tersebut belum dapat dijadikan angka final.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menyatakan penyebab keluhan siswa belum dapat dipastikan. Dinkes melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel sisa makanan untuk dilakukan pengujian.

Dengan demikian, hubungan antara konsumsi MBG dan munculnya keluhan kesehatan pada siswa masih dalam proses pemeriksaan dan belum dapat dinyatakan sebagai keracunan akibat MBG.




SPPG Jabon Mojoanyar disebut melayani sekitar 2.919 penerima manfaat di 15 sekolah, sementara SMPN 1 Mojoanyar dilaporkan menerima sekitar 702 porsi.

Sejumlah siswa juga dikabarkan mengeluhkan rasa makanan, khususnya ayam dan bumbu, yang berbeda dari biasanya. Namun keterangan tersebut masih merupakan kesaksian siswa dan belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan.

Pemeriksaan sampel makanan kini menjadi salah satu bagian penting dalam penelusuran kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjelaskan apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan siswa.

Hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar, kasus tersebut masih berstatus dugaan dan penyebabnya belum dapat dipastikan.



Write  : Foster Winters 

Editor : Sterling Smith 


Mungkin Juga Menarik × − +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode