Digendong Menuju Jumrah, Wafat di Tanah Suci. Perjuangan Terakhir Hj. Siti Zein, Jamaah Haji 85 Tahun Asal Tarik Sidoarjo ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

Digendong Menuju Jumrah, Wafat di Tanah Suci. Perjuangan Terakhir Hj. Siti Zein, Jamaah Haji 85 Tahun Asal Tarik Sidoarjo

-

Baca Juga


Almarhumah Di Gendong Saat Lempar Jumroh Aqobah 

Almarhumah di Arofah 




Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Di usia 85 tahun, ketika sebagian orang memilih beristirahat dan menikmati hari tua bersama keluarga, Hj. Siti Zein justru menuntaskan panggilan yang selama hidupnya didambakan jutaan umat Islam, menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Perempuan lanjut usia asal Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu datang ke Mekkah dengan segala keterbatasan fisik yang dimilikinya. Namun keterbatasan itu tidak memadamkan tekadnya untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.

Sebuah foto yang dikirim langsung dari Tanah Suci oleh H. Suhartono, jamaah haji Kloter 67 asal Mojokerto, merekam momen yang menggetarkan hati. Dalam foto tersebut tampak seorang jamaah lansia digendong saat menjalani rangkaian ibadah lempar Jumrah Aqabah.

Tubuh renta yang telah dimakan usia itu bersandar lemah. Namun semangatnya tampak tetap menyala.

Perjalanan spiritual itu ternyata menjadi perjalanan terakhirnya.

Menurut informasi yang dihimpun dari sesama jamaah, kondisi kesehatan Hj. Siti Zein sempat menurun setelah menjalani rangkaian ibadah haji. Dari hotel tempat rombongan menginap, ia kemudian dibawa menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun takdir Allah berkata lain.

Perempuan yang telah menembus usia 85 tahun itu akhirnya menghembuskan napas terakhir di Tanah Suci, tempat yang selama hidupnya menjadi arah kiblat dan pusat kerinduannya.

Kepergian Hj. Siti Zein bukan sekadar kabar duka bagi keluarga dan rombongan jamaah haji Kloter 67. Kisahnya adalah gambaran keteguhan iman seorang muslimah lansia yang tetap berjuang memenuhi panggilan Allah meski tubuhnya tak lagi sekuat dulu.

Di tengah jutaan manusia yang berkumpul di Mekkah, langkahnya mungkin pelan. Tenaganya mungkin terbatas. Namun tekadnya terbukti lebih kuat daripada usia.

Kini perjalanan itu telah selesai.

Dari Tarik menuju Mekkah.

Dari kerinduan menuju pertemuan.

Dan dari dunia menuju keabadian.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah hajinya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya.

Aamiin Ya Rabbal Alamin.


"Data wafat dan proses pemulasaraan masih menunggu keterangan resmi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)." 



Writer.  : Dion

Editor.   : Djose 




Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode